Apa yang membuat kalian warga Malaysia iri kepada Indonesia ? Selain keramahtamahan orangnya ketika bertatap muka? Baca utas di Threads itu kok jadi senyum sendiri, bersyukur, sedikit ngenes, tapi ada harapan juga dari jawaban - jawabannya tetangga sebelah. Tapi ya sudah, bahas yang lain saja yang masih berkaitan lah yak. Masih tujuh belasan. Tepatnya tujuh belasan ke lima puluh lima buat dia yang jarang kata - katanya saya abadikan lagi di label Ibuku blog ini, maapin ya Mak! Langsung anakmu eksekusi di dunia nyata soalnya. Haha. Iya, Ibu saya dilahirkan tepat di hari ini, tujuh belas Agustus tahun sekian. Tidak pernah dirayakan atau merayakan, tapi tetap dimeriahkan seluruh rakyat Indonesia. Hmm, tetap dimeriahkan walaupun petugas yang dibayar, ada saja kelakuannya. Ada saja gebrakannya. Eh, kok kesana lagi. Inginku berkata kasar. Wkwkwk Dah gitu aja. Dirgahayu Emak dan Republik Indonesia .
dan apakah kita dapat lima kali berjumpa?
BalasHapusini kata-kata khatib, atau konsep bang Andri tuk naik di atas mimbar? :p
BalasHapusBtw, tertarik dengan kata-kata ini:
"Meski Sang Penipu berbisik dengan lembut..
Meski dengan cantik disisipkan rasa jenuh.."
Dunia memang gitu ya bang. Harus hati-hati kita mah..
@air.st: InshaAllah ^^b
BalasHapus@Arya Poetra: Kata Khatib itu, saya mah makmun saja :)
BalasHapusIyaa, harus hati-hati ^^b
menilai siapa yaa? ^_^
BalasHapuskalau menilai orang tak pernah habisnya, jadi yaa menilai diri aja deh, eh.. gak nyambung, liat pra pesan coment>
senang diingatkan untuk tidak menganiaya/ mendzalimi diri. jika yang intinya ini sudah dipegang maka yang lainnya mudah dijinakkan. :)
*Muhasabah*
BalasHapusSalam kenal teman...
@Zeal*Liyanfury: Menilai diri sendiri :)
BalasHapusInshaAllah ^^b
@Erny Binsa: Salam kenal! :)
BalasHapus