Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.
Matematika yang dia pakai beda dengan matematika kita. Begitu kesimpulan teman - temannya tentangnya ketika membahas tentang sandang papan kehidupan . Kalau setiap bulan setengah dari pendapatan suaminya hanya jadi angka yang mampir di rekeningnya. Bagaimana ikut patungan beli kambing atau sapi buat Qurban , sandwich generation . Wajar. Tapi, kalau pun bisa Qurban pasti hanya muncul di papan pengumuman. Begitu kata teman terdekatnya ketika membahas tentang apa itu pengorbanan di Hari Raya Kurban . Jadi, jauh sebelum napak tilas penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim untuk dikurbankan. Hampir setiap bulan, setiap hari dia sudah menyembelih ego-nya , sudah satu dekade berjalan. Tidak kelihatan dan memang bukan untuk diperlihatkan. Lalu apakah kehidupannya sengsara, nelangsa, biasa? Oh, tentu saja tidak kawan. Dia menjalani kehidupan yang lapang, puas dengan pilihan - pilihannya. Dan Tuhannya tentu saja tidak tinggal diam. Jadi, jangan ajari dia.