Skip to main content

Lima



Aku tidak mau menganiaya diriku sendiri, maka aku datang kerumah-Mu..
Aku tidak mau menganiaya diriku sendiri, maka aku selalu berusaha prioritaskan pertemuan dengan-Mu..

Meski Sang Penipu berbisik dengan lembut..
Meski dengan cantik disisipkan rasa jenuh..

Aku tidak mau menganiaya diriku sendiri, maka aku memohon rahmat dan ampunan-Mu..
Karena aku tahu, aku bukan apa-apa tanpa-Mu..


Inspired by : Khatib

Image by : Mike Robinson

Comments

  1. dan apakah kita dapat lima kali berjumpa?

    ReplyDelete
  2. ini kata-kata khatib, atau konsep bang Andri tuk naik di atas mimbar? :p

    Btw, tertarik dengan kata-kata ini:
    "Meski Sang Penipu berbisik dengan lembut..
    Meski dengan cantik disisipkan rasa jenuh.."

    Dunia memang gitu ya bang. Harus hati-hati kita mah..

    ReplyDelete
  3. @Arya Poetra: Kata Khatib itu, saya mah makmun saja :)

    Iyaa, harus hati-hati ^^b

    ReplyDelete
  4. menilai siapa yaa? ^_^
    kalau menilai orang tak pernah habisnya, jadi yaa menilai diri aja deh, eh.. gak nyambung, liat pra pesan coment>

    senang diingatkan untuk tidak menganiaya/ mendzalimi diri. jika yang intinya ini sudah dipegang maka yang lainnya mudah dijinakkan. :)

    ReplyDelete
  5. *Muhasabah*

    Salam kenal teman...

    ReplyDelete
  6. @Zeal*Liyanfury: Menilai diri sendiri :)
    InshaAllah ^^b

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu.
Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D

Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini.

Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu.
Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v

Anonymous I : Kebahagiaan

Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku.

Anonymous III : Ketenangan hati

Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa


Jawaban yang beragam bukan?
Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-teman saya itu, setuju?
Baik kita akan…

Aku Hampir Menjadi Ateis di Jepang, Anonim

Bada Maghrib setelah menyantap hidangan berbuka, duduk di teras Masjid, saya mendapatkan kisah ini.

Oh iya, saya sudah kenal dengan orangnya tahun lalu, tapi disini saya tulis anonim saja.

A: Gimana Ndri, jualan lancar?
Q: Alhamdulillah..
A: Gimana, udah nikah?
Q: Alhamdulillah, setelah lebaran dua minggu kemarin nikah. 😁
A: Udah punya momongan?
Q: Belum *nyengir
A: Terus masih tinggal sama orang tua?
Q: Langsung pisah begitu nikah pak.. Hehehe
A: Oh dimana? Beli, KPR atau ngontrak?
Q: Di Duta Kranji, Alhamdulillah masih ngontrak. Mau KPR takut riba. Nanti kalau udah saatnya beli cash.. Hehehe
A: Sama kok, saya juga sudah tujuh belas tahun ngontrak.

Skip, jadi disini intinya saya dan beliau bahas tentang riba dan seterusnya. Sampai...

A: Sama aja kok, beli atau ngontrak. Rasanya sama. Tapi dari ketenangan beda.
Q: Lebih berkah ya Pak..
A: Iya, Alhamdulillah. Saya punya anak 5 nurut semua. ( Salah satu anaknya temen saya itikaf dari tahun lalu)
Q: Alhamdulillah..
A: Oh ya, dulu waktu saya…

Dasar! anak kemarin sore...

Apa definisi sastra itu?
Aku tak tahu, juur aku goblok tentang itu..
Aku menganggapnya sebagai tempat untuk menuang perasaan..
Benar? mungkin juga salah..
Aku benar goblok kan?

Dalam dunia tulis-menulis itu ada ilmunya, apa kau tahu?
Yaah mungkin, tapi benar aku tak tahu..
Aku menulis apa saja yag ada di hati dan kepala..
Aku luapkan, tuangkan hingga batas kemampuan aku mengungkapkannya..
Tanpa mempedulikan aturan menulis itu, bebas..

Dasar! anak kemarin sore, bisa apa kau bicara tentang itu..
Serapahmu?..