Ada titik dimana gue, ah udah deh keknya memang nggak pantas jadi penulis . Setelah kirim naskah tulisan ke beberapa penerbit. Eh, dipanggil, mana penerbit ini lokasinya di Depok , kan males ya. Jauh banget, mager kan kalau kesana dari Senopati . Eh, tulisan gue di approved ternyata, tanpa adanya revisi, pure copy paste dari blog. Mana ada banyak typo lagi. *Tahukan ini kisah siapa? Iya, saya sempat ngiri juga pak dengan istri, Kok bisa dia nerbitin buku yang runtut gitu isinya. Tapi, saya tahu pak, nggak ada yang bisa nulis sehumor tulisan saya, jadi saya pede dan masih hidup dengan menulis seperti itu. Ya nanti, kalau bisa jadi buku ya, alhamdulillah. *Tahu juga kan itu kisah siapa? Apaan sih Ndri, suruh nebak - nebak. Wkwkwk. Tapi yang jelas, itu bukan kisah elu kan? Iya. Cerita saya menulis, bukan jadi penulis lebih sederhana, tidak mengharapkan jadi buku ataupun menyenangkan pembaca dengan humor yang dipaksa. Cukup, membuat diri saya suka membaca ulang tulisannya di masa depan, s...
dan apakah kita dapat lima kali berjumpa?
BalasHapusini kata-kata khatib, atau konsep bang Andri tuk naik di atas mimbar? :p
BalasHapusBtw, tertarik dengan kata-kata ini:
"Meski Sang Penipu berbisik dengan lembut..
Meski dengan cantik disisipkan rasa jenuh.."
Dunia memang gitu ya bang. Harus hati-hati kita mah..
@air.st: InshaAllah ^^b
BalasHapus@Arya Poetra: Kata Khatib itu, saya mah makmun saja :)
BalasHapusIyaa, harus hati-hati ^^b
menilai siapa yaa? ^_^
BalasHapuskalau menilai orang tak pernah habisnya, jadi yaa menilai diri aja deh, eh.. gak nyambung, liat pra pesan coment>
senang diingatkan untuk tidak menganiaya/ mendzalimi diri. jika yang intinya ini sudah dipegang maka yang lainnya mudah dijinakkan. :)
*Muhasabah*
BalasHapusSalam kenal teman...
@Zeal*Liyanfury: Menilai diri sendiri :)
BalasHapusInshaAllah ^^b
@Erny Binsa: Salam kenal! :)
BalasHapus