Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Melekat

Ada salah satu kesamaan antara saya dengan istri yang sepertinya perlu disyukuri dan maknai lebih dalam. Kami berdua tidak suka ada benda yang melekat dengan tubuh, terutama perhiasan . Istri tidak suka pakai, cincin, gelang, kalung apalagi jam tangan . Pun saya, boro - boro pakai cincin atau gelang misalnya. Pakai jam tangan saja kalau kepengen saja. Ah, elu nggak beliin kali Ndri! Eh, jangan salah. Waktu mengajak menikah saya tanyakan mau mahar perhiasan apa. Beneran apa saja, karena memang rezekinya ketika mau menikah sangat berlimpah. Sekarang juga sih, nggak kurang - kurang nikmat-Nya. Hehe. Istri malah memilih logam mulia saja. Ya sudah, saya terima dan tambahkan uang tunai beberapa. Pernah saya juga belikan jam tangan, ya, sesekali dipakai setelahnya entah pergi kemana-mana itu jam. Haiya! Benang merah yang bisa saya petik, kami berdua memang tidak suka ada yang melekat, terutama soal perhiasan, soal dunia. Belajar bahwa sebenarnya kami tidak memiliki apa - apa tanpa menafikan...

Ibu Rumah Tangga

Itulah kenapa, sebelum menikah saya sudah berkomitmen untuk istri, bahwa dialah ibu rumah tangganya , bukan ibuku maupun ibunya. Alhamdulillah. Komentar saya dalam sebuah utas di Threads . Kelihatan visioner ya? Tapi kalau ditarik ke belakang, jauh sebelumnya, jauh sekali rasanya. Kenapa? Karena perkataan itu terbentuk dari pengalaman yang diceritakan dan tidak diharapkan terulang di kehidupan saya, anaknya. Betul, pengalaman Ibu saya. Itulah kenapa syarat saya menikah adalah mempunyai sebuah rumah atau setidaknya tinggal. Dimana nanti menantunya berkuasa penuh, menjadi ibu rumah tangganya. Karena sebaik apapun dia, sebaik apapun menantunya. Ada peran yang tidak boleh digantikan dalam sebuah rumah tangga , karena apabila tidak demikian niscaya ada kejadian yang tidak menyenangkan diantaranya. Itulah kenapa pekerjaan di kartu identitas kependudukan ada namanya, ibu rumah tangga. Bukan untuk merendahkan, tapi karena itulah fitrah mulia seorang wanita . Jika tidak? Sebaiknya jangan gega...

Sirr - Jahr

Kenapa waktu sholat ketika matahari ada, bacaannya Sirr ? Karena dunia terlalu berisik, Tuhan sedang memberi jeda yang tenang. Dan kenapa waktu sholat ketika matahari tenggelam, bacaannya Jahr ? Ketika dunia telah diam, Tuhan memberi kesempatan bercengkrama dengan firman-Nya yang seharusnya dengan sangat kita perhatikan. Keterangan : Jahr (jahar) adalah mengeraskan suara saat membaca bacaan shalat (terdengar), sedangkan sirr (sirri) adalah melirihkan atau merendahkan suara (tidak terdengar orang lain). Jahr dilakukan pada shalat Maghrib , Isya , dan Subuh , sementara sirr dilakukan pada shalat Zhuhur dan Ashar .

Operasi Plastik

A : Say, masa ini Ria Ricis ? *Sambil nunjukin short video yang lewat di Threads V : Iya, oplas dia. Sudah lama. A : Oh, baru tahu. Kirain orang lain. Ah elu Ndri, kalo misalnya lu punya dana dan kesempatan juga mau kan? Hmm, iya sih. Tapi palingan ngalusin bopeng bekas jerawat sama nambalin nambahin gigi yang sudah ilang. Kalau sampai bikin pangling takut nggak diaku anak sama Emak ntar. Wkwkwk. Akan tetap saya pertahankan autentikasi wajah, yang mirip plek ketiplek sama almarhum bapak. Karena wajah inilah yang menjadi hujjah atas peristiwa masa silam. Ngomongin masa silam nggak lengkap kalau nggak bahas masa depan, itu nanti gimana yak yang sudah oplas ketika Hari Kebangkitan ?   Di Padang Mahsyar dihidupkan kembali seperti sebelum atau setelah oplas? Khawatirnya dia sendiri kaget sama dirinya sendiri, baik yang operasi wajah apalagi yang operasi ganti kelamin. Coba bayangkan?