Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Open Mind

Riqz Leveling

Menurut Syekh Mutawalli asy-Sya'rawi , terdapat 4 level rezeki dari Allah yang mencakup materi hingga spiritual. Urutannya dimulai dari yang terendah adalah harta (materi), kesehatan (fisik), anak yang saleh (keturunan), dan ridha Allah (spiritual) sebagai yang tertinggi dan paling sempurna. Mungkinkah manusia mendapatkan semuanya? Hmm, sepertinya memungkinkan sekali bagi kita semua meraih yang ke-empat. Di stage level berapa pun saat ini, yang ke-empat lah yang paling harus diupayakan, diusahakan. No matter what! *Aseek keminggris Karena menurut sudut pandang saya, kita semua pasti diuji di ketiga level sebelumnya. Dengan goal setting untuk level up ke stage ke-empat. Jadi, paham dengan senda gurau permainan di dunia. Menjadi bekal, keyakinan yang kuat untuk menghadapi proses menuju kehidupan selanjutnya. Jangan salah dalam bersikap. Sekali, bolehlah.

Ridha

Ya Allah, saya tidak lagi menjadikan uang sebagai sumber ketenangan. Saya fokus memberi nilai dan berikhtiar. Rezeki adalah urusan-Mu, usaha adalah urusanku . Begitu isi salah satu  utas  di threads yang saya komentari. Oh ya, seminggu belakangan saya jadi member aktif. Bukan buat utas, mancing engagement, nyari followers, terus jualan, bukan. Cuman rasanya ngasih komentar random disana sedikit bikin kecanduan. Terus elu komentar apaan gaes? Oh iya, kurleb: A : Jadi, sumber ketenangan dari? *bertanya dengan serius B : Dari yang Maha Penyayang... A : Ridha dari Pemilik Langit dan Bumi . B : 👍👍👍 Eh, pagi ini langsung dikasih baca dari sumber segala sumber. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn . Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. At-Taubah : 72 .

The Prophet Bloodline

    Bisa jadi mereka mau cek ombak dengan dibukanya file itu, bahwa kita ternyata cuma bisa baca, tahu, bahas dan nggak bisa ngapa - ngapain akhirnya. Hei! Tunggu sebentar kawan. Argumen itu langsung terbantahkan dengan lewatnya stories feed teman saya, bisa jadi salah satu mentor awal di dunia digital marketing , suka khalwat , ziarah . Tidak perlu sebut nama, anda tahu siapa. Apa isinya? Bahwa tidak perlu khawatir, mereka boleh berencana. Tapi, Allah dengan kekasih-kekasih-Nya juga berencana. Bisa jadi ada dari mereka yang jadi Elit Global, Direksi Bank di Swiss, ataupun Tokoh Strategis di Militer yang siap ketika waktunya tiba. Ingat Pangeran Diponegoro , ingat Timur Lenk . Bisa mengguncang perusahaan dagang VOC , bahkan menguasai wilayah Asia Tengah. Terus kenapa judul post kali ini keminggris Ndri? Hmm, ini jadi membawa saya ke era dimana lagi asyik-asyiknya membaca dunia konspirasi . Jaman Kaskus , Karkun Channel, Wake Up Project, The Arrival dll jadi santapan sehari-har...

Henti

  F : Lho mas, si Farhan mobil remote control-nya ada tiga. A : Tapi ya nggak dirumat ya, karena nggak ada saingan. Nggak ada yang ngajak baku hantam buat rebutan itu mainan. Haha. Kata René Girard , dosa terbesar manusia adalah keinginan meniru, manusia tidak punya keinginan asli. Semua keinginan kita dipinjam dari orang lain. Kita menginginkan sesuatu karena orang lain ingin. Make sense nggak? Apalagi dengan adanya social media, yang dengan mudahnya membuat kita, saya terpengaruh dengan keinginan algoritma . Oleh artificial intelligence yang seakan-akan mengerti sekali soal keinginan kita. Jadi, berhenti sejenak. Bicara dengan diri sendiri tentang keinginan-keinginan, adalah tirakat yang perlu dilakukan. Perlu diusahakan. Iya kan?

Mazhab Jalan Panjang

Q = Kerja dimana Mas? A = Di rumah :D *Nyengir Q = Haha... :D 1 Desember 2012. Kalau dialog diatas diulang di tahun sekarang, mungkin sudah biasa saja. Tidak terlalu aneh, sudah lumrah, sudah banyak yang demikian. Terus kenapa? Hmm, mau cerita aja. Kemarin ketemu temen lama, harapannya ada kolaborasi antara aku dan dirinya dengan peluang apa saja dari yang sudah dibicarakan. *Eeaaaa Terus apa hubungannya? Ya, dihubungkan. Tentang pilihan, bahwa saya lebih suka memilih jenis bisnis yang urusannya panjang. Meski saya kerjakan dari rumah, sebisa mungkin dampaknya bisa kebanyak orang. Seperti petuah dari Guru kita semua, Anda tahu siapa. Tidak selalu tentang uang, tapi tentang kebermanfaatan dari keberadaan. Ya, kalau uangnya banyak saya juga senang lah. Haha.

Menunggu

Tidak ada lagi teman dari kata menunggu selain kata sabar. Pun kata sabar adalah kata yang paling sering diulang-ulang dalam perkataan yang usang. Menjemukan bukan? Tapi, bukankah memang sebagian besar hidup isinya itu menunggu? Akan menjadi daftar panjang kalau disebut satu persatu. Mau? Ok, ini hasil diskusi saya dengan ChatGPT tentang menunggu: 🌅 Tentang Diri dan Waktu 1. Proses menjadi versi terbaik dari diri sendiri . 2. Kedewasaan — yang datang perlahan bersama pengalaman. 3. Ketenteraman batin yang tumbuh dari penerimaan. 4. Momen di mana semua latihan, kerja keras, dan sabar akhirnya terasa berbuah. 5. Masa di mana luka lama akhirnya sembuh tanpa terasa. 💞 Tentang Cinta dan Hubungan 6. Seseorang yang mencintaimu dengan tenang, tanpa drama, tanpa topeng. 7. Persahabatan yang terbukti kuat setelah diuji jarak dan waktu. 8. Hubungan yang seimbang — di mana kamu tidak perlu mengejar, hanya tinggal disambut. 9. Waktu yang tepat untuk bertemu orang yang memang satu frekuensi ...

Prioritas Bahagia

  Kemarin nonton video dari salah satu channel YouTube luar yang isinya menanyakan para expatriate kenapa betah tinggal di Indonesia . Yang saya tonton ini sudah tujuh tahun tinggal di Indonesia. Dia enggan balik lagi ke negara asalnya, Italia . Kenapa? Katanya karena menemukan makna hidup di Indonesia. Hampir bunuh diri karena depresi, tapi syukurlah dia kesini dan tidak jadi. Tepatnya? Disini, tepatnya di Bali . Tapi bukan di Canggu , karena itu sama saja seperti kota negara besar lain. Tapi di sudut pelosok Bali yang belum terlalu terkena modernisasi. Bukan pula Jakarta yang sesak dengan hustle culture -nya. Yang semuanya tentang uang, uang dan uang, katanya. Mereka beragama, tapi lupa atau dilupakan oleh sistem yang ada. Apa? Prioritas bahagia, tidak seperti yang dia alami di Italia sana. Kerja, kerja, kerja lalu (mungkin) bahagia dengan yang dihasilkan di masa tua. Disini, orang mengedepankan bahagia diurutan pertama. Uang diurutan sekian. Mengedepankan hubungan dengan orang...

Lapang Dada

Kau harus bisa, bisa berlapang dada .. Kau harus bisa, bisa ambil hikmahnya.. Stop! Nggak usah nyanyi. 🫡 Tanda kesempurnaan jiwa adalah kita sudah berlapang dada. Tidak iri, dengki, hasad dengan kemuliaan manusia lainnya. Pencapaian orang lain bahasa sederhananya. Hilang semua hal yang menjadi sekat, penghalang dengan semua bentuk kebaikan. Gampang menerima hidayah bahasa agamanya. Menerima semua peristiwa negatif yang terjadi dalam kehidupan, dengan reaktif. Karena menjadi reaktif, tidak gumunan tidak kagetan . Memberikan sebuah jeda. Jeda untuk menganalisa, kira - kira apa maksud Tuhan dengan ini peristiwa? Lalu, sebagai hamba menerima tanpa kecewa.  

Unpopular Opinion

  Hmm, menarik, banyak banget opini tidak populer di masyarakat yang telah dan sedang saya kerjakan. Saya ceritakan beberapa saja ya! 1. Belajar tidak harus di Sekolah Ini sebenarnya, karena dipaksa keadaan saja sih. Haha. Alam memaksa saya belajar dimana pun dan dari siapa pun, selalu ada hikmah dan pelajaran. 2. Menikah tidak harus mewah Ini juga pilihan yang kurang populer, apalagi sebelum plandemic covid sembilan belas. Meskipun mampu, tapi saya dan calon istri sepakat waktu itu menikah dengan sederhana, cukup akad, makan - makan, undang teman - teman terdekat. 3. Liburan tidak harus di hari libur Ini mungkin sebuah privilege, bisa demikian dikarenakan pekerjaan yang saya tekuni tidak membutuhkan kehadiran di kantor, seperlunya saja saat jadi peserta rapat. Jadi bisa demikian. Kan enak ya, destinasi wisata biasanya sepi, jadi lebih menikmati. 4. Malas adalah sebab kerajinan di awal Benar nggak ya? Karena saya pemalas, jadi saya dipaksa rajin untuk nanti bisa memenuhi ...

Keberkahan

      Ini satu poin dari khutbah Jum'at yang sayup - sayup saya ingat tadi siang. Kok cuma satu? Ada saja sudah alhamdulilah. 😌 Apa tandanya hidupmu penuh dengan keberkahan? Apapun kondisinya, lapang atau sempit, sehat atau sakit, kaya ataupun miskin. Engkau semakin dekat dengan-Nya. Silahkan di cek, saya juga ngecek soalnya. Jangan - jangan ada salah langkah dalam pengambilan keputusan, pilihan - pilihan. Yang malah membuat kita menjauh dari-Nya. Karena bukan Dia yang punya potensi menjauh, tapi kita sebagai hamba yang kadang terpengaruh, terbisik, tergelincir oleh Sang Pembisik yang cerdik. "Ia tidak akan membiarkanmu lari dari-Nya, Ia akan menyimpan hatimu dalam hati-Nya, siang dan malam,". Baha'i Walad .

Wejangan Pernikahan

  Nikah bukan sekedar nikah, bukan sekedar melepas bujang, mengganti status. Ada yang harus diperjuangkan dalam menikah. Harus semakin dekat dengan Allah , kalau semakin jauh dalam pernikahan harus dievaluasi pernikahannya . Semalam sebelum akad beberapa tahun ke belakang, kalimat diatas masuk ke aplikasi pesan dari seseorang. Sebuah bekal, yang ternyata sampai saat ini tetap relevan. Karenanya saya teruskan, baik untuk yang belum dan sudah mengarungi bahtera pernikahan . Karena dalam pernikahan, semua pasangan punya ujian. Dari harta, anak, orang tua, mertua, saudara dan lain sebagainya. Bahkan, termasuk diri sendiri juga ujian bagi pasangan. Maka harus melihat akhirnya, in the end. Makin dekat atau malah menjauh dari-Nya. Jadi, bagaimana?

Masalah Dasar

  Kalau hidup terasa sempit, padahal bumi itu luas. Tujuan kesana dan kemari, selalu ada halang rintang. Dari pengalaman dan observasi saya, nggak jauh - jauh dari masalah ini : 1. Belum selesai dengan diri sendiri 2. Masalah dengan orang tua 3. Masalah dengan pasangan 4. Konflik menantu dan mertua 5. Masalah dengan saudara 6. Silahkan tambahkan di komentar 🫡 0. Ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya ( kok ini di bawah, ya kan keyakinan kita mungkin beda ) Mau konsultasi berjam - jam sekalipun, baliknya kesana - sana juga. Iya nggak sih? Iyain aja. Ini bisa siapa saja ya, termasuk saya, kamu, kita. Status pegawai, pengusaha , pekerja lepas dan lain sebagainya. Eh, sok tua lu Ndri! Emang, udah tua gue dari dulu. Old soul approved.

Teis

Setiap yang berakal dan mempunyai perasaan, pasti menemukan Aku. Tuhanmu, Tuhanku. Image by : ThousandWonders

Gimana Google Ngertiin Kamu, Iyaa Kamuuuuu...

Gimana Google Ngertiin Kamu, Iyaa Kamuuuuu... Kalau nggak mau dingertiin, jangan connect internet.. hidup di hutan! :D Tapi tenang, nggak lama lagi kok..hee

The School of Life

Setelah basa-basi membahas suatu topik.. Q : Nama bapak? A : Oh saya, ..... ( sambil menyebutkan nama ). Anda? Q : Saya, Andrie Pak.. A : Sekarang masih kuliah atau sudah kerja? Q : Nggak dua-duanya, jualan pak.. jualan online.. A : Oh iyaa? Apa saja? Q : Ada ini, itu ... ( sambil menyebutkan beberapa ). Alhamdulillah.. A : Wah!.. dulu memang kuliah dimana? Q : Oh.. hmmm.. pendidikan formal saya hanya sampai Tsanawiyah.. A : Oh, kalau anak saya kuliah di ( sambil menyebutkan nama Universitas ).. padahal lulusan dari pesantren, malah nerusin kuliah di Universitas Negeri, minatnya seperti mas Andrie sepertinya.. Q : Wah! kalau ketemu saya klop itu! Hahaha :D Karena belajar itu bisa dimana-mana dan dengan siapa saja. Image by : David Charouz

Kelak

Perjalanan ini sunyi.. Baik itu awal atau akhirnya.. Jadi biasa saja..   Ikatan janji.. Sudah terikrar sebelumnya.. Jadi tabah dan kuatlah..  Perankan posisi.. Masa penilaian terus berjalan.. Jadi dirimu sebenarnya..   Tidak ada ikatan suci dua hati.. Tanpa ikatan-Nya.. Maka percayalah.. Dan.. Perjalanan ini memang sunyi.. Baik itu awal atau akhirnya.. Jadi biasa saja.. Image by : Dusica Paripovic

Bright, Light!

Gelap berliku jalan bernama kehidupan.. Cahaya, aku butuh.. Cahaya, engkau butuh.. Dapatkan! Dapatkan!.. Sebelum kaki tangan bisa bicara.. Sebelum masa tidak ada suara dan kata-kata.. Tuhan.. Aku jauh, Engkau tidak terlalu jauh.. Aku dekat, Engkau lebih dekat...

Mata Hati

Berbaik sangka bisa membuat mata hati bisa melihat.. Berburuk sangka bisa menutupnya.. Maukah mata hati kita terbuka? Tidak buta.. Melihat kebenaran yang tersamar.. Semoga kita segera sadar.. Era fitnah telah tiba.. Banyak mata melihat namun buta.. Hatinya mati.. Terkunci.. Cermin diri..

Ghurabaa

Otoritas langit menggeliat.. Tidakkah engkau lihat? Perputaran masa.. Digulirkan ke atas ke bawah.. Memenuhi nubuwah.. Sebelumnya persiapkan diri.. Ikuti mereka yang terasing.. Dan banggalah, bahagialah telah terasing serta merasa asing..

Matahari Tenggelam, Gelap?

Matahari tenggelam tidak berarti semua menjadi gelap, setidaknya ada cahaya baru di suatu tempat...