Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2011

Fokus

"Met malam, Android,". Pesen pendek dari seorang sahabat.
"Malam juga, Ibu Izza ^^". Balasku meledeknya, karena dia meledekku.
"Ibu Izza,belum! sekarang kan statusnya masih Nona,". Balasnya, sedikit kesal mungkin.
"Hee, maaf.. belum yaa, Nona Izza ^^". Berusaha tidak memperkeruh keadaan.
""Ya iyalah.. by the way, gimana kabar? sehat kan?,". Tanyanya.

"Alhamdulillah, sehat jasmani dan rohani.. kamu?,". Setelah pesan balasan ini, dia membalasnya agak lama, sekitar 10-15 menit.
Entah pulsa habis atau apa, akhirnya aku kirim lagi pesan,
"Za?,".
"Sabar Ndri! Alhamdulillah aku baik..sorry balasnya lama cz lagi sms-an juga sama beberapa orang sekaligus, waduh jadi bingung,". Balasnya.
"Owh..,". Pendek saja, aku mengerti sebabnya.
"Wah! bubar satu, bubar semua.. sepi lagi nih HP,". Keluhnya, setelah agak lama dia baru membalas.

"Cz kasihan, kalau ditambah smsku ntar tambah bingung kam…

Sampaikan!

‎setiap orang punya cara 'unik'nya sendiri dalam menyampaikan..
uniknya juga sudah tersedia orang yang bisa menerima dan mengerti apa yang disampaikan..

jadi, mau kata ini dan kata-kata lainnya dimengerti atau tidak saya tidak terlalu perduli.. karena pasti ada yang mengerti dan tidak mengerti..

yang penting menyampaikan apa yang bisa disampaikan, sudah..

Ruh

Dua belas lewat dua belas..
Bangun dan terjaga..
Ingin segera kembali menutup mata..
Namun ada suatu pesan untuk disampaikan..
Mendesak!

Apa?

: Barusan, aku mati!
: Dan kini, hidup lagi!

Dasar!

Believe

Lelah, berpeluh tanya..
Apa begini-begini saja?!
Memang demikian..
Peperangan diri di dalam..

Begini-begitu saja kamu sering kalah!
Coba menangkan semua!

Huh! iyaa..
Aku sering kalah..
Kalah untuk belajar menjadi menang!..
Hidup adalah rentetan kekalahan dan kemenangan..
Sisanya?
Belajar!
Iman..

Lovenation

Dimana cintamu?
Entahlah, aku lupa menaruhnya..
Aku sengaja atau disengajakan oleh waktu..
Aku membiarkannya teronggok membisu..
Karena aku lebih suka cinta yang bisu..
Cinta dalam keheningan dan kesunyian..
Namun ramai dalam kesepian..
Berdua dengan Dia..




Lalu, apakah akan terus begitu?
Tidak! sampai benar-benar Dia mempertemukanku denganmu..

Jiwa belahan jiwa yang sudah tertulis..
Jauh-jauh sebelum adanya permulaan hari..

Akar Madinah

Risau kata-kata ini tertulis..
Saudaraku, aku takkan lelah..
Menulis..
Untukmu, sebisanya aku ingin engkau tahu beberapa perkara..

Perkara yang sulit diterima..
Dan pasti engkau akan mengatakan, aku gila!
Saatnya hampir tiba..
Perang dunia ketiga dan Khilafah!

Dunia saat ini, engkau melihat merasa..
Yang salah benar, yang benar salah..
Benar?

Jadi, apa yang aku, engkau siapkan dan lakukan?!
Kembali ke akar Madinah..
Dua peninggalan..

Mulai menerapkannya untukmu, juga untukku..
Tak perlu menunggu..
Perubahan besar..
Karena dari yang kecil, akan ada sesuatu yang besar!..

Buta, bisu, tuli!..

Aku tak ingin buta..
Itu sebabnya aku ingin terus melihat, membaca, menelaah peristiwa..

Aku tak ingin bisu..
Itu sebabnya aku tak ingin lidahku kelu, untuk menyampaikan walau hanya satu..

Aku tak ingin tuli..
Itu sebabnya aku ingin mendengar kata-kata indah yang penuh kebenaran, bukan kata-kata, nyanyian penyair yang melalaikan diri..

Aku ingin hatiku penuh cahaya..
Itu sebabnya, aku terus berusaha menjaganya dari setiap wahn yang sesat dan menyesatkan..

Egois? tidak!

Ukuran

Bilang saja, kau suka dengan wajah cantiknya.. Memang..
Bilang saja, kau suka dengan kebaikannya.. Memang..
Bilang saja, kau suka dengan sikapnya.. Memang..
Memang, tepat, dugaanmu itu yang kuharapkan.. Karena dengannya aku akan mengingatkan sebuah pesan lama :


Bukan, Cantiknya, kebaikannya, sikapnya.. keturunan siapa atau hartanya.. Agamanya!

Menjadi

Lari bukan jawaban..
Sekedar menjadi penonton, kebodohan..
Segera ambil bagian!..
Berjaga di garis depan..



Sebisamu..
Semampumu..
Inilah waktunya..
Menjadi manusia yang manusia!..

Revolution m|

Aku adalah perlawanan!
Sekecil..
Seringan..
Seremeh..
Apa pun..

Aku bukan tawanan!
Sekecil..
Seringan..
Seremeh..
Apa pun..

Tak perlu sedu-sedan itu..
Tak perlu pujianmu!..
Aku adalah perlawanan!
Bukan tawanan!..

Retak, menyatukan..

Harus senang, musti gembira mendengarnya..
Bahagiamu bahagiaku, sudah..

Semoga tak meretakkan nisan persahabatan..
Biar aku menaklukan resah manusiaku dengan Dia..

Karena semua jawaban sudah tersedia..
Dan aku akan menjemputnya..

karena Dia

sudah-sudah, baru begitu saja..
sakitlah, risaulah..
apa sudah lupa?
benamkan dalam otak, hati dan pikiran..
karena Dia..
yang susah menjadi mudah..
kalau toh, memang dia..
dia takkan kemana-mana..
kalau toh bukan, Dia sudah menyiapkan jauh-jauh sebelum adanya hari..





Dia lebih tahu yang terbaik..
Jadi, apakah masih lekat : sakitlah, risaulah, bla bla bla?!

Di balik rintik hujan..

Maaf, aku malam ini resah..
Resah manusia..
Kegelisahan manusia..
Pikiran : akan aku retakkan!
Hati : Jawaban!
Meluangkan waktu sedikit dengan alam, guyuran rintik hujan..
Yang sedikit ini saja sudah membuatku mengerti siapa diriku..
Siapa aku..
Hakikat manusia..
Bagaimana dengan yang lebih besar?



Dasar, hidup!

Sebuah garis lurus..
Tentang waktu..

Titik awal, waktu yang sudah lewat..
Tengah, waktu sekarang..
Titik akhir, jatah waktu yang belum terjadi..
Sederhana sekali..

Sederhana yang rumit, yang melahirkan pertanyaan :
Aku pasti mati! kapan?

Jangan takut, tegakkanlah yang lima..
Dan bersedialah menjadi pihak yang dimanfaatkan..

Tegakkan yang lima!
Bermanfaatlah!
Bermanfaat untuk dien, bermanfaat bagi dunia manusia!
Luruskan niat..

Dan tunggu..
Saatnya pasti datang ketika Sang Kekasih memanggilmu..

Soulrevolution

Berontak dengan keadaan..
Jiwamu berkata, aku bosan!































Bosan membodohi diri..
Bosan mengasingkan hati..

Harus!
Begitulah seharusnya..
Begitulah sewajarnya..

Kembali..
Menengok kebenaran di lembaran usang..
Kembali..
Memenuhi jiwa dengan iman, kepercayaan..

Sekecil apa pun, berbuatlah..
Seringan apa pun, sebarkanlah..
Barangkali itu menjadi jalan..
Barangkali itu menjadi sebab..
Kesadaran..
Kearifan..
Yang membutuhkan..

Membutuhkan dukungan..
Membutuhkan teman..
Teman yang saling mengingatkan dalam kebaikan..
Teman yang mengingatkan, sudah saatnya melawan!..

Illuminati, Zionist, Freemason, Luciferian!..

Negative think!? Bukan..

Tidak bermaksud menakutimu..
Hanya ingin memberi tahu..

Musuh telah menyelinap ke dalam dinding-dinding rumahmu..
Ada di tiap gerak langkahmu..
Melihatmu..
Dan selalu mengawasimu..
Perhatian sekali, bukan?

Aku punya satu rahasia untukmu, semoga kamu juga mendapatkannya..
Apa?
Hati yang siap menerima kebenaran ketika kebenaran itu datang..
Syukur, aku mendapatkannya..

Jadi aku tak akan berhenti menakutimu!
Barangkali Dia akan membuatmu haus..
Haus untuk bertanya..
Bertanya tentang hal-hal mulia yang sekarang nampak usang..
Dan aku berdoa, semoga aku diberi petunjuk untuk menjawabnya..

Wake up!

semoga yang belum tahu segera tahu, dan penasaran mencari tahu..
dan yang sudah tahu tidak bosan memberitahu kepada yang belum tahu..

kebenaran, tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia saat ini..
amiien..