Langsung ke konten utama

Krakatau 1883




Senja merah darah. Cahaya Bulan berubah kebiruan, tak lagi putih berpendar. Bahkan matahari terlihat kehijauan, tak lagi terang benderang.

Hampir dua tahun lamanya, langit dunia seperti berubah menjadi sebuah kanvas raksasa. Dan kita semua tahu sekarang, siapa pelukisnya.

Tapi, bayangkan itu terjadi ketika tidak ada internet. Tidak ada satelit. Tidak ada berita real-time di News Feed.

Langit berubah menjadi merah menyala. Saking merahnya, di beberapa kota di Amerika Serikat orang-orang sempat mengira ufuk sedang terbakar.

Di Norwegia, warna merah yang mengerikan itu kemudian dipercaya menjadi salah satu inspirasi visual bagi Edvard Munch ketika melukis The Scream.

William Ascroft, pelukis di Inggris membuat ribuan sketsa tentang langit waktu itu yang berubah warna.

Bukan kiamat. Bukan perang. Bukan akhir dunia. Hanya sebuah gunung yang meletus di Indonesia.

Krakatau, 1883.

Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

Nazarku, Tunai!

Google Adsense Luminate Pokoknya berapa pun nanti uang pertama hasil dari belajar Internet Marketing harus disedekahkan, titik! Yaa, kata-kata itulah yang pernah saya ucapkan... dan Alhamdulillah sekarang sudah terlaksana :) Bagaimana ceritanya? Mau tahu? Tidak? Bodo Amat!.. Ah tetap akan saya tulis :D Permulaan.. Saya mengenal Internet Marketing (selanjutnya saya sebut IM) bermula dari hobi ngeblog, blog walking sana-sini, nulis apa saja di blog pribadi ini. Kebetulan dulu banyak waktu luang karena basicnya operator War-Net, otomatis banyak mengembara di Belantara Google, sekarang juga masih sih :D.. Selanjutnya.. Setelah tahu apa itu IM, untuk lebih fokus saya putuskan Sign Out jadi operator War-Net, beli Netbook + Modem dan mulai 'bertapa'.. :3 kebetulan di rumah buka Konter Pulsa dari sebelum kerja di War-Net, sebenarnya saya jadi operator itu ada tujuannya supaya tahu apa itu komputer dan tahu apa itu Internet (Maklum GAPTEK :D). Jadi soal keuangan...

Si Belang, Si Botak dan Si Buta

  Agak lupa saya dengan alur kisah Israiliyat ini, dikarenakan hanya nyimak potongan hikmahnya saja subuh barusan, jadi versi lengkapnya kelewatan karena subuhan di Masjid yang berbeda jurusan. Alangkah baiknya saya kutip kisahnya saja yak, karena biasanya kisah Israiliyat ini banyak yang ajaib biasanya. Agak di luar nalar. Kita tidak boleh menyalahkan, tidak boleh membenarkan. Sumber orisinal ada di Hadist Shahih Imam Bukhari dan Muslim tentu saja. Dan ini representasi ala saya. Lebih tepatnya AI yang saya latih menjadi saya. *Apaan sih Ndri? Ya begitulah, baca aja dah! Semoga ada hikmahnya. Ada kisah tentang tiga orang. Satu kena kusta. Satu botak. Satu buta. Mereka miskin. Mereka menderita. Mereka ingin hidup normal. Allah sembuhkan. Allah kasih mereka harta. Dalam waktu singkat. Yang dulu kekurangan berubah menjadi berkecukupan. Tapi kemudian datang ujian. Ada orang miskin meminta bantuan. Dua orang menolak. Ketika diingatkan: “Bukankah dulu kamu juga seperti ini?” Mereka mala...

Ketika Cinta

Ketika ditanya cinta.. Ah, aku tidak sempurna mengenalnya.. Ketika ditanya cinta.. Ah, mungkin aku sudah mati rasa dalam cinta.. Ini bukan sajak cinta.. Untuk menjerat pencari cinta.. Ini bukan sajak cinta.. Untuk menculik hati yang haus cinta.. Bagaimana aku mau mencinta.. Kalau cahaya cinta pada-Nya belum paripurna.. Bagaimana aku mau mencinta.. Ah, kuserahkan cinta kepada Maha Cinta.. Ah, biar cinta yang datang adalah cinta karena-Nya.. ______________________

Di Balik Konspirasi

Memohon perlindungan dari fitnah darinya.. Di setiap akhir sujud sembah.. Tapi bagaimana? Paranoid, asing, aneh, kuno bla bla bla.. Alergi, phobia bla bla bla.. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:  “Sudahkah aku ceritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada kaumnya.”

3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan, Untukku..

3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan, Untukku.. Ya, itulah kata yang tepat untuk mewakili postingan saya kali ini. Saya sebenarnya malu, kenapa? sudah 6 tahun hidup di Bekasi, tapi baru mengenal Komunitas Blogger Bekasi justru di Ulang tahunnya yang ke 3. Miris. Flashback..   Malam itu seperti biasa, setelah merapikan mengurus jadwal posting di web yang saya kelola. Buka beranda Facebook , liat update sana-sini, komentar lagi-lagi. Lalu klik event, siapa tahu ada acara yang penting? Dan ternyata ada! Seorang teman akan menghadiri event bernama Ulang Tahun ke 3 Blogger Bekasi pada tanggal 8 September 2012 yang diselenggarakan di Balai Patriot , Kantor Walikota Bekasi . Penasaran saya searching alamat webnya, alamat Facebook baik grup dan halaman fanspagenya dan tidak ketinggalan twitternya.  Lalu singkat cerita dengan berani dan agak ragu saya mengisi form pendaftaran tanda akan hadir disana, di acara Ulang Tahun ke...

Bloofers & Another Stories

Suasana itu masih terasa.. Selamanya akan tinggal.. Dalam ingatan.. Dalam hangatnya pelukan jiwa.. Akrab, tanpa jarak.. Begitu saja.. Mengerti, tanpa meminta.. Begitu saja.. Lebih dari sekedar persahabatan.. Lebih, lebih seperti keluarga...