Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.
Ramadhan adalah bulan untuk ruh atau jiwa mendapatkan haknya. Sebentar, jiwa dan ruh itu entitas yang berbeda. Begitu juga dengan sukma. Ruh adalah... *Bukan itu fokus tulisan ini Ndrie. Iya yak. Lain kali bahasnya bisa kale? Coba komentar di bawah. Eh. Berhenti sejenak, memberi kesempatan jiwa untuk disapa, ditanya, bagaimana kabarnya? Ramadhan memberikan kesempatan itu semua, lewat berpuasa , shalat malam, membaca firman-Nya , bersedekah , berzakat sampai beri'tikaf . Adakah dia baik-baik saja? Atau mendapatkan duka di sebelas bulan sebelumnya? Lelah yang bertambah - tambah, tanggung jawab yang seolah-olah tidak ada jedanya sebentar saja. Ramadhan memberikan jawaban, bukan sebentar, sejenak, tapi satu bulan penuh kesempatan. Sayang kalau disia-siakan bukan? Dan, apakah di penghujungnya, kita benar-benar sudah mendapatkan ketenangan, kemenangan? Untuk jiwa, Ied Mubarak !