Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.
Mata saya berkaca - kaca saat adegan bapaknya Arga menyatakan bangga dan meminta maaf, soal keadaan keluarga yang membuatnya memikul beban yang tidak seharusnya dia pikul sendirian. Sebagai fatherless person, saya menduga mungkin begitulah ternyata rasanya punya sesosok "Ayah Sungguhan" di keluarga. Iya, adegan itu mengandung bawang. *Hiks Film ini mengajarkan soal apa itu validasi, angka cukup dan artinya manjadi dewasa itu sendiri. Juga ini, jangan berburuk sangka. Sebuah pesan plot twist. Itu kenapa saya nonton dua kali, pertama dengan istri, kedua dengan mertuanya istri. Jadi, rekomendasi? Wajib! Wahai kawanku yang ingin merasa dicintai agar tidak kehilangan diri. Hihi.