Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.
A : Kita nanti nikahnya nanti sederhana saja ya, akad , habis itu makan - makan dengan keluarga dan teman dekat. V : Siap bang! Itu dialog kira - kira, tapi kejadiannya asli, beneran. Menikah di hari Jum'at, Juli dua ribu enam belas. Kenapa? Iya, kenapa ya? Buat jadi contoh mungkin untuk generasi mendatang. Halah! Kejauhan. Haha. Tapi ya, semakin kesini semenjak Plandemic Covid makin realistis kan opsi nikah sederhana ? Ya, kecuali punya previlege orang tua kaya raya, atau memang sudah sukses sebelum usia dua puluh tahunan. Monggoh lah, dimulai pestanya. Jadi poin tulisan ini apaan? Ya, kalau merasa sudah sekufu , visi - misi , frekuensi , vibrasi . Gas lah, nikah. Meski cuma akad di KUA , misalnya. Jauh dari zina , jadi punya belahan jiwa . Halal !