Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.
Bukan, ini bukan saya buka tour travel bernama Slow Travel . Tapi tentang bagaimana sebagian besar pihak telah kehilangan kenikmatan proses perjalanan ke tempat tujuan. Kesusu, serba buru - buru, dan itu bukan saya apalagi kita, semoga. Tapi kalau ada yang mau ngide kolaborasi bikin travel perjalanan tanpa harus banget mikirin foto estetik, buat video cinematic. Just enjoy the moment, gas lah! Haha. Pernah suatu waktu kami, saya dan istri mencoba mengikuti jadwal perjalanan kolega ketika berlibur ke Jogja . Dalam satu hari, ada sekitar enam sampai delapan tempat 'hits' yang harus dikunjungi untuk diabadikan menjadi sebuah konten algoritma . Indah hasilnya, tapi kami seperti kehilangan sesuatu. Iya, kenikmatan menikmati perjalanan yang lambat. Sepertinya kalau nanti ada kesempatan liburan bersama, saya dan kolega harus berpisah dan bertemu di titik tertentu saja. Slow travel, menikmati apa yang ada di kiri dan kanan. Abadikan momen di memori internal. Dah gitu aja. 😶