Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.
Slow Living itu orang gagal lalu menepi. Agak provokatif? Iya, itu click bait dari sebuah YouTube thumbnail . Tapi ada benarnya nggak sih? Belum saya nonton tapi, mungkin nanti. Sudah banyak yang bahas apa itu slow living baik secara definisi maupun eksekusi. Tapi belum terlalu kelihatan yang bahas sebaliknya. Ada akibat pasti ada sebabnya. Nah sebabnya ini yang harus dielaborasi dulu seharusnya. Menurut keyakinan saya. Kadang kita terlalu bangga dengan kata “cepat”. Cepat kerja. Cepat selesai. Cepat berhasil. Seolah-olah yang cepat itu pasti benar. Saya sering lihat, dan mungkin kita juga pernah *Ah lu aja Ndri. Ketika ngerjain sesuatu sambil buru-buru, hasilnya justru banyak yang terlewat. Ada yang salah. Ada yang kurang. Ada yang harus diulang. Akhirnya yang tadinya mau hemat waktu, malah jadi buang waktu yak? Hari ini, hidup di zaman yang semuanya kalau bisa dipercepat. Makan ingin cepat. Belajar ingin cepat. Sukses juga pengennya cepat. Apa benar hidup harus selalu cepat? A...