Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2011

Awas!

Kebiasaan kita telah diatur secara teratur..
Baik secara sadar, setengah sadar atau pun di bawah sadar..
Perlahan secara berulang-ulang kemedekaan pemikiranmu dibuat lumpuh..
Apa yang diinginkan..
Bagaimana cara memandang dunia..
Mereka tanamkan dan lagi-lagi secara berulang-ulang..
Tapi tunggu..
Siapa mereka?
Tanyamu..
Bagaimana bisa mereka melakukannya?
Benakmu..
Mereka adalah..
Dan caranya adalah..
Kamu bisa tahu siapa mereka..
Caranya bisa ditemukan di sekitar..

Lihatlah Dengan Pikiran Yang Jernih

Syukur

Ketika aku menengok ke belakang, aku melihat banyak kesedihan terlihat disana..
Tapi ketika aku melihat ke depan, aku bersyukur atas itu..

Titipan

Banyak teman mengira aku pura-pura nggak punya apa-apa, padahal memang nggak punya apa-apa..
Semua yang nampak dan yang nggak nampak itu cuma titipan..
Yang bisa diambil kapan saja..

Suatu Pagi

"Cuy, nonton INBOX di H.I yuk,". ajak temanku suatu pagi melalui pesan singkat.
"Gue belum mandi, sarapan, nyapu...,". balasku sekenanya.
Dan dia pun tahu maksudku, lalu pergi sendiri.

Realita Cinta

Ketika realita cinta yang kau cari adalah realita cinta Empunya surga..
Maka bagaimana bisa kau mengharuskan dirimu bersedih dengan realita cinta dunia?
Yang memang bisa membuat lena bila kau membiarkannya..

Pengaruh 1

Pengaruh

Pengaruhmu berlaku untuk mereka yang mau kamu pengaruhi dan pengaruh mereka mempengaruhimu bila kamu mau dipengaruhi..


Image by : Gable Denims

Berjalan

--Sebelum bisa berjalan ke luar, kamu wajib rampung berjalan ke dalam--
"Ndrie, dah rampung belum?,". tanyamu.
"Belum,".

Kebersamaan

kebersamaan bersama para pencari cahaya, kebersamaan menuju pusat cahaya..
aku selalu rindu kebersamaan itu..

Approach deen, avoid sins !

Gerimis pagi..

Gerimis pagi..
Aku malas bangun, sungguh..
Ingin membunuh diriku dalam mimpi..
Suara tanpa rupa menghasut..
Tapi bagaimana dengan Sang Kekasih?
Bukankah Ia telah memanggil?
Abaikan saja?
Tidak!
Aku harus bangun meski mata masih rabun..
Bangun dan berjalan antara sadar setengah sadar untuk bertemu..

Bukan siapa mereka, tapi dengarkan..

Sakit, hati..

Perasaan apa ini, sakit sekali tanpa tahu dimana asal datangnya..
Bagaimana aku menjelaskan, sementara aku pun kebingungan..
Kalau sakit hati karena seseorang, itu akan mudah..
Mudah, ada tempat yang bisa disalah-salahkan..
Bagaimana kalau penyebabnya saja tidak jelas?
Apa aku ingin diperhatikan?
Apa aku ini kurang diperhatikan?
Atau aku sedang mencari perhatian?
Atau mungkin aku ini kurang kerjaan?

Wahai Engkau Sang Pemilik Hati..
Jagalah hati kami..
Agar ia tidak berpaling..
Tenangkanlah hati kami yang gusar..
Gusar karena dunia..
Gusar karena musuh abadi yang selalu lembut menghasut..
Cukupkanlah ia hanya dengan hati-Mu..

Aku sendiri, tapi bersama ruhku ada bidadari..

Jangan Percaya Pada Cermin Di Rumahmu (Oleh : Thufail Al Ghifari)

Hari itu gerimis basahi bumi Jakarta. Heni termenung sunyi, pupus sudah rasanya harapannya. Sejak tiga hari yang lalu dia terlilit kecewa. Yudhi kakak kelas di sekolahnya ternyata lebih memilih Rina untuk di jadikan kekasihnya.


Hatinya bagai tersambar petir dan tak ada yang mampu menahan duka yang kian menumpukan ara dalam hatinya yang terasa makin rapuh. Semangat hidupnya luntur, wajahnya bagai tercoreng dalam rasa malu yang begitu dalam. Yudhi adalah primadona sekolah. Wajah yang begitu putih dan halus, tinggi dan sering di bicarakan hampir seluruh gadis di sekolah. Dan begitulah kisahnya suatu ketika Heni memercayakan ukuran cintanya kepada cermin di rumahnya. Ia berharap bisa selaras dengan ukuran cermin di rumah Yudhi sang idola kasat mata jiwanya yang terlanjur terjebak dalam angan – angan perasaan jiwa dari sudut pelataran harapan yang sebenarnya belum pasti.


Dari mata turun ke hati, dari situlah cinta biasanya mulai menghadirkan spektrum perasaan dan getaran dalam hati dan urat …

25

Berikut ini dipaparkan Protokol Zionis versi Mayer Amshell Rothschild yang disusun tahun 1773 di Judenstrasse, Frankfurt, Jerman. Protokol ini terdiri dari 25 Butir, yang kemudian dibeberkan dalam Konferensi Zionis I tahun 1897 di Swiss. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.Kekuatan uang selalu bisa meng…