Langsung ke konten utama

Es Krim Sebelum Subuh




Menikmati es krim paling enak di siang hari saat cuaca terik. Lantas bagaimana ceritanya kalau Anda menikmatinya saat menjelang subuh?

Yap! Itulah yang saya lakukan.. es krim menjelang subuh di Kota Suci, kapan lagi? Begini ceritanya..

Hari Terakhir


Betul, hari itu terakhir saya menjejakan kaki di Kota Yang Dirindukan sebelum jam tujuh pagi harus pergi ke Jeddah untuk pulang, iya pulang dan entah kapan lagi takdir membawa saya kesini kembali.

Setelah thawaf terkahir sekitar jam empat dini hari, keluar dari Masjidil Haram. Entah angin apa yang membuat saya membelinya. Dan kebetulan di dompet ( Hore! pertama kali saya punya dompet karena mau kesini )  masih tersisa beberapa ratus real. 

Akhirnya...

Tertuang rasa kehilangan dan perpisahan dalam sebuah es krim.. berharap kembali menikmatinya dengan orang tercinta, bersama...

Semoga.




Image by : Andrie Whe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komentar

  Apa semua hal perlu dikomentari? Atau kita tunggangi untuk keperluan eksistensi? Dulu saya begitu, nggak ada kerjaan emang wkwkwwk Apa saya harus kasih solusi, sedangkan yang punya masalah nggak minta solusinya. Apa saya harus menjawab, kalau yang ngasih pertanyaan saja nggak ada. Apa saya harus berkomentar, sedangkan yang dikomentari saja.. terusin sendiri. Emang pinter si mang Mark Zuckerberg nanya melulu apa yang kita pikirkan. Kepo banget Adakalanya menjadi pengamat komentar lebih seru, makannya kerjaan saya sekarang namanya.. Social Media Analysis. Keren yak? Padahal bahasa Indonesianya, Tukang Baca Komentar.

Merak.. ( Dedicate to Wahyu Sulaiman Rendra )

pagi ini, 7 agustus 2009.. burung merak itu meninggalkan sarang.. bukan terbang sementara.. terbang menuju keabadiaan.. meninggalkan begitu banyak kata, sajak dan bait puisi, yang penuh nilai.. akankah datang pengganti? pangganti yang menelurkan kata, sajak dan bait puisi sarat makna dan nilai sepertinya.. selamat jalan, terbang menuju langit yang maha tinggi.. kami akan bertemu denganmu kelak, nanti.. semoga dirimu, ruhmu berdamai dan cukup dengan keyakinan yang kau pilih.. selamat jalan.. Dibuat tepat ketika mendengar kabar kepergiannya. Eastearth, 070809.

Sakit, hati..

Perasaan apa ini, sakit sekali tanpa tahu dimana asal datangnya.. Bagaimana aku menjelaskan, sementara aku pun kebingungan.. Kalau sakit hati karena seseorang, itu akan mudah.. Mudah, ada tempat yang bisa disalah-salahkan.. Bagaimana kalau penyebabnya saja tidak jelas? Apa aku ingin diperhatikan? Apa aku ini kurang diperhatikan? Atau aku sedang mencari perhatian? Atau mungkin aku ini kurang kerjaan? Wahai Engkau Sang Pemilik Hati.. Jagalah hati kami.. Agar ia tidak berpaling.. Tenangkanlah hati kami yang gusar.. Gusar karena dunia.. Gusar karena musuh abadi yang selalu lembut menghasut.. Cukupkanlah ia hanya dengan hati-Mu..