Ruh mengendalikan jasad..
Bukan jasad mengendalikan ruh..





Image by : DasWortgewand



Ba'da subuh, seperti kebiasaan yang semoga menjadi kebiasaan. Kami ( saya dan istri ) membaca kitab Tarjamah Riyadhus Shalihin dan telah sampai di bab ke 60. Dan kami membaca sebuah hadist yang menarik. Kenapa?

Karena hadist ini menerangkan sejelas - jelasnya siapa itu kita? Manusia. Berikut saya tuliskan tarjamahnya, semoga memberi pencerahan ( terutama kepada penulis ).

Empat Klasifikasi Manusia



Dan aku akan menyampaikan satu perkataan kepada kamu, maka hafalkanlah! Beliau bersabda: Sesungguhnya dunia itu untuk 4 orang:

1. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa harta (dari jalan yang halal) dan ilmu (agama Islam), kemudian dia bertakwa kepada Rabbnya pada rezeki itu (harta dan ilmu), dia berbuat baik kepada kerabatnya dengan rezekinya, dan dia mengetahui hak bagi Allâh padanya. Hamba ini berada pada kedudukan yang paling utama (di sisi Allâh).

2. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa ilmu, namun Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki berupa harta. Dia memiliki niat yang baik. Dia mengatakan, “Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat (baik) seperti perbuatan si Fulan (orang pertama yang melakukan kebaikan itu)”. Maka dia (dibalas) dengan niatnya (yang baik), pahala keduanya (orang pertama dan kedua) sama.

3. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa harta, namun Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki kepadanya berupa ilmu, kemudian dia berbuat sembarangan dengan hartanya dengan tanpa ilmu. Dia tidak bertakwa kepada Rabbnya padanya, dia tidak berbuat baik kepada kerabatnya dengan hartanya, dan dia tidak mengetahui hak bagi Allâh padanya. Jadilah hamba ini berada pada kedudukan yang paling buruk (di sisi Allâh).

4. Hamba yang Allâh tidak memberikan rezeki kepadanya berupa harta dan ilmu, kemudian dia mengatakan: “Seandainya memiliki harta, aku akan berbuat seperti perbuatan si Fulan (dengan orang ketiga yang melakukan keburukan itu)”. Maka dia (dibalas) dengan niatnya, dosa keduanya sama.”


Hadis Riwayat At-Tirmidzi, hadis nomor 2325, Ahmad 4/230-231, hadis nomor 17570; Ibnu Mâjah, hadis nomor 4228, dan lainnya, dari Sahabat Abu Kabsyah al-Anmari Radhiyâllahu ‘anhu.



Image by Pixabay.




Aku ingin sajak cinta
Katamu..
Sedangkan kamu..
Cinta..

Aku ingin sajak cinta..
Katamu..
Sedangkan aku, kamu..
Dalam cinta..

Cinta yang sakral..
Cinta yang sah karena akad..
Cinta yang fitrah..
Cinta yang mencintai dan dicintai karena-Nya..

Jadi, sajak cinta yang bagaimana?



Image by : Pixabay



Kamis subuh itu kami berdua, saya dan istri berangkat ke Mushola dekat rumah. Dan di tengah jalan antara setengah ngantuk saya melihat dompet di tepi jalan. Yang ternyata, iya itu beneran dompet yang ada isinya ( apa isinya woi? ). Yang pasti duit, kartu SIM A dan Debit Card BNI.

Skip, setelah shalat subuh pulang kami teliti lagi data di kartu SIM dan ternyata itu dompet punya tetangga beda gang. Oke, sekitar jam enam pagi kita langsung ke rumahnya, serahkan dompet. Problem solved.

 

Dompet Ibu Hilang


Hari minggu siang ini, kami main ke rumah Ibu. Seperti biasa kangen - kangenan dan akhirnya ngobrol seperti biasanya ( anak emak). Ibu pun bercerita, di hari kamis beliau belanja beras di swalayan dekat rumah. Beliau hanya membawa dompet kecil, karena memang cuma mau beli beras. Biasanya beliau bawa tas yang ada selempangnya kalau mau belanja banyak.

Ibu ke swalayan ba'da Ashar, jadi pulang agak terburu - buru persiapan maghrib. Dan seperti yang sudah ditebak, dompet hilang. Di cek di kantong belanja sampai ke jalan menuju swalayan juga sudah tidak ada. Yowez, kalau memang masih rezeki ya balik lagi.

 

Dompet Balik Lagi


Paginya ibu nggak belanja sayur - mayur, karena uang buat belanja ada di dompet yang hilang. Dan akhirnya siang itu ibu ngecek tas yang ada selempangnya, tanpa diduga, diterka, terpikirkan sebelumnya ( lebay euy). Itu dompet kecil yang hilang ada disana! Lengkap beserta isinya!

Kami pun kaget, mendengar cerita Ibu. Karena di hari yang sama dompet hilang kami menemukan dompet dan mengembalikannya.

Kebetulan? Apa iya kebetulan? Masa sih?
Invisible hand working.


Image by : Zbynek Potrusil



Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Al-An'am Ayat 96.

Saya masih ingat ceramah Khatib Jum'at lalu. Tentang sistem penanggalan matahari dan bulan, yang semuanya diakui di dalam Al Qur'an. Lalu saya cari ayatnya, dan ketemu ayat di atas.


Tidak ada salah diantara keduanya, mau pakai sistem penanggalan matahari ( Masehi ) yang umum digunakan, silahkan. Mau pakai sistem penanggalan bulan ( Hijriah ) ya, silahkan.

Tapi, ada tapinya..... 

Lah, tapi ini post bukan bahas tentang itu yak. Bukan maqam saya. Ini post refleksi tentang perjalanan hidup saya selama tahun 2016 Masehi.

Seperti post sebelumnya, 1 M | 1438 H.

Tahun yang banyak mengubah hidup saya, tahun dimana saya banyak melakukan perjalanan. Tahun yang membuat saya banyak belajar, baik sebagai diri sendiri, anak, dan sekarang seorang suami.

Menjadi pemilik dua sayap..
Menjaga keduanya agar tidak patah..
Membawanya sampai di kehidupan selanjutnya..




Image by : https://unsplash.com/@fancycraveofficial