Langsung ke konten utama

Bloofers & Another Stories





Suasana itu masih terasa..
Selamanya akan tinggal..
Dalam ingatan..
Dalam hangatnya pelukan jiwa..

Akrab, tanpa jarak..
Begitu saja..
Mengerti, tanpa meminta..
Begitu saja..

Lebih dari sekedar persahabatan..
Lebih, lebih seperti keluarga...

Komentar

  1. Cuma beberapa baris, tapi berhasil bikin mata basah...

    Semoga suatu saat ada kesempatan lagi untuk bersua, mas Andrie, dan kluarga baruku lainnya... di tempat yg berbeda, waktu yg berbeda, suasana yg berbeda, serta segunung rindu yg insyaAllah akan slalu mengiring pada doa :)

    BalasHapus
  2. mantap puisinya. Kunjungan pagi

    BalasHapus
  3. Simple tapi tajam...

    Semoga ukhuwah tetap terjaga.. :')

    BalasHapus
  4. @armae: Wah! T.T

    Baik, baik yaa semuanya... kelak, InsyaAllah bertemu lagi dalam suasana itu, aamiin....

    BalasHapus
  5. @@yankmira | Mira Sahid: Terima kasih bu Mira, selamat pagi...

    Terima kasih lagi, untuk kunjungannya ^^

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah ikut merasakan kebahagiaan bertemu dan saling berceloteh itu.. Btw, fotoku mannnaaaa.....? >,<

    BalasHapus
  7. Subhanallah.. keren #spechless
    Meski sempat bertanya di awal "siapa yah yang disana ini" ha ha

    BalasHapus
  8. @Arya Poetra: Lagi berkamuflase jadi pohon yaa? jadinya nggak keliatan :D :P

    BalasHapus
  9. @Latifah Ratih: Entah siapa yang disana, agak samar-samar #eh :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Plan G

Bukan apa, siapa dan bagaimana.. Ini tentang keteraturan rencana.. Cahaya dalam pekat semak belukar.. Ini tentang fase lahir, hidup, mati dan pulang.. Dengan siapa mengisi hidup dan kehidupan tidak perlu dirisaukan.. Ini tentang waktu kapan akan dipertemukan.. Bersabar bersyukur dalam kesakitan.. Kesakitan yang tak lebih dari penempaan.. Izinkanlah sudut pandang dirubah menatap ke depan.. Bukan menangisi kejadian yang telah lalu di belakang.. Eastearth.

Merak.. ( Dedicate to Wahyu Sulaiman Rendra )

pagi ini, 7 agustus 2009.. burung merak itu meninggalkan sarang.. bukan terbang sementara.. terbang menuju keabadiaan.. meninggalkan begitu banyak kata, sajak dan bait puisi, yang penuh nilai.. akankah datang pengganti? pangganti yang menelurkan kata, sajak dan bait puisi sarat makna dan nilai sepertinya.. selamat jalan, terbang menuju langit yang maha tinggi.. kami akan bertemu denganmu kelak, nanti.. semoga dirimu, ruhmu berdamai dan cukup dengan keyakinan yang kau pilih.. selamat jalan.. Dibuat tepat ketika mendengar kabar kepergiannya. Eastearth, 070809.

Aku Akan Selalu Ada Untukmu..

Janganlah bersedih, apa pun yang terjadi.. Aku akan selalu ada untukmu.. Dimana kau membutuhkan.. Aku akan selalu ada untukmu Dimana kau ingin menumpahkan semuanya..  Aku akan selalu ada untukmu.. Karena Aku penciptamu.. Batinku mereka-reka kira-kira apa yang Dia katakan ketika tidak ada lagi yang peduli dan mengasingkan keberadaanku..