Langsung ke konten utama

Ayat Hidup Normal





Jadi setelah ngaji dan makan - makan, minimal harus ada di bawa pulang kan yaa?
Dan ternyata ada ayat dalam Al Qur'an yang membahas tentang hidup normal, secara rinci dan berlaku sampai kapan pun. *Lha, elo selama ini kemana?

- Disini aja kok -_-

Baiklah, share aja lah. Biar jadi pengingat lupa dan pengabadian kata.



Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. 3 | 14

Bahas satu - satu aja biar enak?

Perempuan - Perempuan 

Siapa sih yang suka jadi jones? Walau yang idealis sekalipun, pada akhirnya harus nikah juga lah. Kecuali emang nggak normal, atau nggak laku? #eh

Anak - Anak

Nikah buat apa sih? Selain alasan menyempurnakan setengah agama, ujung - ujungnya yaa berkembang biak (hewan kalee) alias mencari keturunan aka regenerasi.

Harta Benda Emas Perak

Kalau udah punya anak minimal udah punya rumah lah yaa? Terus nyimpen harta di dalamnya lah, nggak cuma emas perak, itu analogi. *mikir dikit dong..hee

Kuda Pilihan

Udah punya rumah masa nggak punya kendaraan? Alphard minimal *Aamiiin ( Backsound )

Hewan Ternak

Lha itu rumah, kendaraan emang hasil darimana? Kalau nggak usaha? Kecuali bapak moyang elo tajir 7 x 7 x 7 turunan. (Itung sendiri hasilnya, males)

Sawah Ladang

Kalau udah punya usaha, duit lebih biasanya sih buat beli properti di dunia kekinian. Betul atau betul? Invest! Invest!



Jadi, kalau ada orang yang sudah berada di level demikian. Itu normal bro! Elo juga bisa kok, itu udah ada ayatnya yang walau pun udah 1400an tahun nggak bakalan berubah sampai kiamat!

Tapi, moral tafsir ala kadarnya ini adalah..


Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.






Image by : Javier Sanchez

Komentar

7 Hari Dilihat

Mereka..

Mereka yang terjaga.. Mereka yang penuh cahaya.. Mereka yang terlihat biasa.. Mereka yang setia.. Mereka yang kuat.. Mereka yang penakut Mereka yang luluh.. Mereka yang setiap malam sujud bersimpuh.. Mereka, mereka.. Aku ingin menjadi bagian dari mereka..

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan, Untukku..

3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan, Untukku.. Ya, itulah kata yang tepat untuk mewakili postingan saya kali ini. Saya sebenarnya malu, kenapa? sudah 6 tahun hidup di Bekasi, tapi baru mengenal Komunitas Blogger Bekasi justru di Ulang tahunnya yang ke 3. Miris. Flashback..   Malam itu seperti biasa, setelah merapikan mengurus jadwal posting di web yang saya kelola. Buka beranda Facebook , liat update sana-sini, komentar lagi-lagi. Lalu klik event, siapa tahu ada acara yang penting? Dan ternyata ada! Seorang teman akan menghadiri event bernama Ulang Tahun ke 3 Blogger Bekasi pada tanggal 8 September 2012 yang diselenggarakan di Balai Patriot , Kantor Walikota Bekasi . Penasaran saya searching alamat webnya, alamat Facebook baik grup dan halaman fanspagenya dan tidak ketinggalan twitternya.  Lalu singkat cerita dengan berani dan agak ragu saya mengisi form pendaftaran tanda akan hadir disana, di acara Ulang Tahun ke...

Bloofers & Another Stories

Suasana itu masih terasa.. Selamanya akan tinggal.. Dalam ingatan.. Dalam hangatnya pelukan jiwa.. Akrab, tanpa jarak.. Begitu saja.. Mengerti, tanpa meminta.. Begitu saja.. Lebih dari sekedar persahabatan.. Lebih, lebih seperti keluarga...    

Nazarku, Tunai!

Google Adsense Luminate Pokoknya berapa pun nanti uang pertama hasil dari belajar Internet Marketing harus disedekahkan, titik! Yaa, kata-kata itulah yang pernah saya ucapkan... dan Alhamdulillah sekarang sudah terlaksana :) Bagaimana ceritanya? Mau tahu? Tidak? Bodo Amat!.. Ah tetap akan saya tulis :D Permulaan.. Saya mengenal Internet Marketing (selanjutnya saya sebut IM) bermula dari hobi ngeblog, blog walking sana-sini, nulis apa saja di blog pribadi ini. Kebetulan dulu banyak waktu luang karena basicnya operator War-Net, otomatis banyak mengembara di Belantara Google, sekarang juga masih sih :D.. Selanjutnya.. Setelah tahu apa itu IM, untuk lebih fokus saya putuskan Sign Out jadi operator War-Net, beli Netbook + Modem dan mulai 'bertapa'.. :3 kebetulan di rumah buka Konter Pulsa dari sebelum kerja di War-Net, sebenarnya saya jadi operator itu ada tujuannya supaya tahu apa itu komputer dan tahu apa itu Internet (Maklum GAPTEK :D). Jadi soal keuangan...

Ketika Cinta

Ketika ditanya cinta.. Ah, aku tidak sempurna mengenalnya.. Ketika ditanya cinta.. Ah, mungkin aku sudah mati rasa dalam cinta.. Ini bukan sajak cinta.. Untuk menjerat pencari cinta.. Ini bukan sajak cinta.. Untuk menculik hati yang haus cinta.. Bagaimana aku mau mencinta.. Kalau cahaya cinta pada-Nya belum paripurna.. Bagaimana aku mau mencinta.. Ah, kuserahkan cinta kepada Maha Cinta.. Ah, biar cinta yang datang adalah cinta karena-Nya.. ______________________

Stages of Marriage

Bersama, kita akan mengarungi samudra luas. Berlayar menuju matahari tenggelam di penghujung cakrawala. Tempat pulang untuk Odysseus itu bernama, Penelope . Kira - kira itulah salah satu hikmah yang bisa saya dapatkan setelah menonton The Odyssey yang berdurasi kurang lebih tiga jam. Untungnya, tanpa direncanakan dan sudah rezekinya nonton di bioskop yang bisa sambil rebahan dan pesan makanan. Norak yak? Biarin napah! Haha. Kita semua sebenarnya kurang lebih sama seperti Odysseus. Sama seperti Penelope. Semingguan ini saya diingatkan lagi tentang makna pernikahan, apa itu ikatan. Baik dari internal maupun eksternal. Ada yang baru saja ditinggal meninggal. Ada yang baru memulai perjalanan. Ada yang sedang lucu-lucunya merawat anak titipan Tuhan. Ada yang berpisah karena ternyata berbeda tujuan. Ada juga yang baru memulai dari awal setelah berpisah, lalu bersama dengan jiwa yang baru dikenal. Ada juga yang masih dalam tahap penantian. Dan ada - ada yang lainnya, kemudian. Bagi saya sen...