Langsung ke konten utama

Destination





















Pandai menulis, merangkai kata, menyusun kalimat..
Entah kenapa itu yang kalian sematkan..
Hanya menuang apa saja yang lewat di sekitar..
Sekitar mata, sekitar kepala, sekitar jiwa..

Sastra, jelas aku tidak begitu paham..
Apalagi mengambilnya sebagai tesis di sebuah Universitas..
Alam telah mengajarku dengan lebih sempurna..
Lebih dari sekedar duduk dan membaca di sudut perpustakaan..

Bagiku : semua karya sastra hanyalah sampah, kecuali karya sastra yang bisa mengenalkan pembuatnya, penikmatnya mengenal hakikat dirinya dan Penciptanya.. 

Komentar

  1. jaman sekarang sampah harganya juga mahal lho :D V

    BalasHapus
  2. "Komentar Anda akan terlihat setelah disetujui"
    hee gak keren

    BalasHapus
  3. Wah! ga keren yaa..
    Ok, aku ganti deh :)

    BalasHapus
  4. Ini gimana, toh? Jadi, kesimpulannya apa? Suka atau nggak suka, nih, sama sastra? Hihi. :D

    BalasHapus
  5. Lama saya mencoba memahami tulisan ini, dan ternyata "jelas anda tidak begitu paham dengan sastra".. #Hanya mengutip loh.. :D

    BalasHapus
  6. Hahaha.. Keliatan banget yaa? o_O

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komentar

  Apa semua hal perlu dikomentari? Atau kita tunggangi untuk keperluan eksistensi? Dulu saya begitu, nggak ada kerjaan emang wkwkwwk Apa saya harus kasih solusi, sedangkan yang punya masalah nggak minta solusinya. Apa saya harus menjawab, kalau yang ngasih pertanyaan saja nggak ada. Apa saya harus berkomentar, sedangkan yang dikomentari saja.. terusin sendiri. Emang pinter si mang Mark Zuckerberg nanya melulu apa yang kita pikirkan. Kepo banget Adakalanya menjadi pengamat komentar lebih seru, makannya kerjaan saya sekarang namanya.. Social Media Analysis. Keren yak? Padahal bahasa Indonesianya, Tukang Baca Komentar.

Merak.. ( Dedicate to Wahyu Sulaiman Rendra )

pagi ini, 7 agustus 2009.. burung merak itu meninggalkan sarang.. bukan terbang sementara.. terbang menuju keabadiaan.. meninggalkan begitu banyak kata, sajak dan bait puisi, yang penuh nilai.. akankah datang pengganti? pangganti yang menelurkan kata, sajak dan bait puisi sarat makna dan nilai sepertinya.. selamat jalan, terbang menuju langit yang maha tinggi.. kami akan bertemu denganmu kelak, nanti.. semoga dirimu, ruhmu berdamai dan cukup dengan keyakinan yang kau pilih.. selamat jalan.. Dibuat tepat ketika mendengar kabar kepergiannya. Eastearth, 070809.

Sakit, hati..

Perasaan apa ini, sakit sekali tanpa tahu dimana asal datangnya.. Bagaimana aku menjelaskan, sementara aku pun kebingungan.. Kalau sakit hati karena seseorang, itu akan mudah.. Mudah, ada tempat yang bisa disalah-salahkan.. Bagaimana kalau penyebabnya saja tidak jelas? Apa aku ingin diperhatikan? Apa aku ini kurang diperhatikan? Atau aku sedang mencari perhatian? Atau mungkin aku ini kurang kerjaan? Wahai Engkau Sang Pemilik Hati.. Jagalah hati kami.. Agar ia tidak berpaling.. Tenangkanlah hati kami yang gusar.. Gusar karena dunia.. Gusar karena musuh abadi yang selalu lembut menghasut.. Cukupkanlah ia hanya dengan hati-Mu..