Kamu masih mending, kalau aku nggak tahu rasanya ditinggal pergi Ayah merantau. Karena sudah dari lahir ayahnya nggak ada di rumah, jadi biasa saja yak.
Begitulah nasehat 'mencoba bijak' saya kepada ponakan usia kelas satu SD di sore hari yang ditinggal ayahnya mencari penghidupan ke negeri seberang.
Setelah paginya ditinggal dan sesenggukan, ditambah istri saya juga ikut-ikutan. Tapi malah lebih menjiwai dari sang ponakan. Bah!
Akhirnya siangnya kami bertiga pergi ke wahana bermain, sebagai pengalih perhatian.
Momentum yang pas memang saya pulang ke Malang, selain sebagai penghiburan. Juga dapat pembelajaran. Oh, ternyata begitu yak rasanya.
Jadi, adu nasib jadi bahan nasehat dan perbandingan. Wkwkwk
Terus gimana caranya biar sukses dan banyak uang seperti CEO? *Tanya randomnya ke saya
Eh, salah saya bawa dia tarik tunai ke ATM sampai muncul itu pertanyaan. Kebanyakan nonton dracin itu bocah keknya.
Abisin jatah gagal yang banyak dan berteman dengan kesepian. *Jawab saya sekenanya

Komentar
Posting Komentar