Gue lebih suka ngasih ke Pak Ogah daripada ke Peminta-minta dengan modal tampang dekil, apalagi masih muda. Setidaknya Pak Ogah ada effort ngatur lalin, ada kerjanya.
Kata seorang partner bisnis, sekarang teman, dulu sekali yang teringat lagi Minggu ini.
Awal-awal saya merasa kok ini orang nggak ada empatinya, tapi pengalaman dan kelamaan hidup di Jakarta sekitarnya jadi membuat statement diatas masuk akal sih.
Apalagi pemicu keresahan ini gegara istri kok sering skip nggak ngasih kalau ada Peminta-minta yang skin-nya saja yang meyakinkan, tapi masih segar bugar, YTTA lah.
Ditambah pagi waktu itu setelahnya ada bapak-bapak, lebih ke usia kakek - kakek yang memilih memulung botol bekas.
Lebih make sense ngasih ke bapaknya kan? Walaupun dia nggak minta.
Eh, malamnya saya beli Tongseng Kambing buat lauk, nggak bawa uang cash cuman bawa HP, ada dua orang Peminta-minta selama durasi menunggu pesanan dibuatkan.
Satu, Pengamen yang nggak jelas lagunya apa, kalau ada yang ngasih langsung kelar.
Kedua, Ibu paruh baya penjual krupuk Palembang yang setengah memaksa jualannya, buat cari sesuap nasi katanya.
Bisa ditebak, saya nggak ngasih keduanya. Selain nggak bawa uang cash, saya sudah beli krupuk melinjo buat pasangan makan Tongseng Kambingnyah. 😌
"(Apa yang kamu infakkan adalah) untuk orang-orang fakir yang terhalang (oleh aktivitasnya di jalan) Allah sehingga tidak dapat berusaha di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta-minta kepada orang lain secara memaksa. Apa pun harta yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui." Al Baqarah 273.

Komentar
Posting Komentar