
Pekan ketiga, subuh. Itulah salah satu pagi di setiap bulan yang lumayan saya nantikan. Kenapa?
Karena ada kajian tafsir dari seorang Ustadz yang entah kenapa saya cocok dengan pembawaannya. Apalagi nggak perlu jauh-jauh, ada di Masjid dekat rumah.
Tafsirnya mulai dari surat - surat pendek, mulai dari kenapa surat itu turun, bahasanya dan ini yang paling kena, hikmahnya.
Ada beberapa update di blog ini yang inspirasinya dari duduk mendengarkan kajiannya.
Tapi ya, namanya ingin kan nggak selalu harus. Takdirnya tepat di hari H saya tidak bisa shalat di Masjid. Lha?
Iya, Allah kasih saya bisul di atas mata kaki kanan yang lumayan guede, bikin puegel, kenceng bet kaki, sudah begitu pecah. Jadi jalan aja, teng! Ke ubun-ubun, Nikmatnya ya Allah! *Hahaha hiks.
Shalat jadi gaya duduk, karena kalau berdiri teng - teng - teng ituh kagak nahan.
Sudah duduk pun, ketarik kan? Iya, nggak usah dibayangkan.
Tapi ya namanya shalat-kan wajib dilaksanakan, apapun kondisinya, yekan?
Zakat bisa gugur, puasa bisa diganti, haji kalau mampu. Tapi shalat?
Nggak, ini bukan karena saya Si Paling Shalat. Tapi ya, memang sebutuh itu, mengarungi samudra kehidupan, menetap di daratan dan berdiam di negeri bernama Indonesia Raya. Kalau nggak punya koneksi ke Pusat kan bahaya wak!
Eh, ntar dulu Ndri? Jadi gimana bisulnya?
Masih recovery, alhamdulilah 😌
Komentar
Posting Komentar