Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...
Personal Blog of Andrie Whe

menusuk.
BalasHapustapi kurang ngeuh dengan kata 'goblok'nya itu. apakah makian juga dijadikan pembenaran ketika melihat kesalahan?
Tidak!. :)
BalasHapusItu gaya menulis saya dalam memprovokasi..
Dan saya sangat bersyukur bila ada pihak-pihak yang tersinggung..
drie, "goblok"nya diperhalus ateeeuhh. bukan masalah tersinggung atau kgaknya, tp masalah berkata yang baik sebagai seorang muslim :D afwan yaaa
BalasHapusMaafkan saya, tulisan ini tidak bisa diubah :)
BalasHapusMohon kebijaksanaan pembaca sekalian..
Terima kasih sudah mengingatkan.. :)
Jenis hurufnya ndak bisa diganti kah? hehehe, maaf.. cuma usul saja, biar lebih praktis membacanya :-)
BalasHapusHee..
BalasHapusBisa, cuma beginilah gayanya ^^a
Dari atas mengena, sampai bawah :(
BalasHapusSepertinya anda mengalami sakit jiwa, penuh kedengkian, dan penuh kemunafikan..
BalasHapusMaaf itu dilihat dari postingan saja,
Jika anda ingin uat muslim lebih baik, sampaikanlah dengan cara baik, bukan dengan mencaci, mengutuk, membodohkan.
By : "Orang yang tadinya seperti anda"
Solusi
mengaji dari banyak guru, membaca dari banyak kitab, mengenal lebih banyak pendapat, mengambil hikmah dan menerima perbeda'an.