Langsung ke konten utama

Jangan Ajari Dia, Ikhlas



Matematika yang dia pakai beda dengan matematika kita.



Begitu kesimpulan teman - temannya tentangnya ketika membahas tentang sandang papan kehidupan.


Kalau setiap bulan setengah dari pendapatan suaminya hanya jadi angka yang mampir di rekeningnya. Bagaimana ikut patungan beli kambing atau sapi buat Qurban, sandwich generation. Wajar.
Tapi, kalau pun bisa Qurban pasti hanya muncul di papan pengumuman.



Begitu kata teman terdekatnya ketika membahas tentang apa itu pengorbanan di Hari Raya Kurban.


Jadi, jauh sebelum napak tilas penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim untuk dikurbankan. Hampir setiap bulan, setiap hari dia sudah menyembelih ego-nya, sudah satu dekade berjalan. Tidak kelihatan dan memang bukan untuk diperlihatkan.


Lalu apakah kehidupannya sengsara, nelangsa, biasa? Oh, tentu saja tidak kawan.
Dia menjalani kehidupan yang lapang, puas dengan pilihan - pilihannya.
Dan Tuhannya tentu saja tidak tinggal diam.


Jadi, jangan ajari dia.

Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Bloofers & Another Stories

3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan, Untukku..

Rewrite..

Di Balik Konspirasi

Melekat

Lima