Langsung ke konten utama

Kesaktian Outfit


 

Akhirnya saya membuktikan juga sore ini. Eh, tapi bukan tentang berapa harga outfit, yang muraaaaah banget itu. Tapi, tentang hoodie gojek yang jadi baju baru lebaran saya tahun ini.
Tapi sebelumnya saya harus cerita dulu asal muasal kenapa saya beli itu hoodie. Dan tentu saja dimulai dari saya memutuskan untuk mengganti motor bensin ke motor listrik. Lah? Jauh bener.
Iya, karena itu motor belum punya STNK. Mau didaftarkan kok masih mahal, setengah dari harga baterai lithium-ion. Jadi tanpa plat sama sekali, sudah kesana kemari dan tertawa hahaha ( bebas pajak )
Jadi setelah riset, termasuk waktu kemarin bukber saya nanya senior yang menjadi driver sebagai kamuflase.
Biar anti tilang di jalanan Bekasi yang panas dan keras. Saya memutuskan beli hoodie dengan logo gojek.
Dan sore ini saya membuktikannya, bukan ditilang sih. Cuman anti parkir aja. Lokasi di franchise ayam pedas pakai keju R Factory.
Tumben - tumbenan itu babang parkir nggak noleh sama sekali, waktu saya nyalain motor mau pergi. Sampai saya panggil.
Nanti saya coba ah di Ind*mart sama Alpha.
Oh ya, satu lagi. Saya jadi merasakan sejenis tatapan merendahkan dari customer yang dine in di tempat. Eh, apa cuma perasaan saya aja?
Padahal kan kalau mau bisa saya bayarin semuanya yak? Sombong amat! Wkwkwwk
Dah gitu aja, panjang amat ini tulisan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaos Oblong, Celana Sarung dan Sandal Swallow

  Masih pengen bahas tentang outfit. Tapi timeskip sebelum saya menikah. Seperti terlihat di gambar. Kurang lebih seperti itu outfit saya kemana - mana sejak Oktober 2015. Eh, kalau yang itu sudah resmi pacarannya ya. Entah kenapa istri saya ya kok mau saja ya ngeliat calon imannya modelan begitu. Nggak fashionable blas, loveable apalagi instagramable. Dari pertama bertemu di Islamic Center Bekasi, sampai mengantarkan dia balik ke Jambi. Kok ya masih tetap keukeh ya? Ternyata dia sudah mengemban misi, ketika saya tanya kemudian hari. Akan mengubah tampilan saya pelan - pelan, dan yak akhirnya berhasil sih. Hiks, runtuh sudah idealisme. Tapi pointnya, Hai jiwa - jiwa yang separuh.. Entah bagaimana absurdnya kamu saat ini, percayalah sudah ada calon yang menanti. Entah di dunia ini atau masih dalam proses sertifikasi.

29 Night

Wahai penguasa hati.. Ampunan - Mu.. Wahai penguasa hati.. Mohon rahmat - Mu.. Kemana lari? Kemana kembali? Jika bukan pada - Mu? Jika bukan pada cahaya dari - Mu.. Wahai penguasa hati.. Ampunan - Mu.. Wahai penguasa hati.. Mohon rahmat - Mu.. Image by : Thomas Schattan

Empat Klasifikasi Manusia

Ba'da subuh, seperti kebiasaan yang semoga menjadi kebiasaan. Kami ( saya dan istri ) membaca kitab Tarjamah Riyadhus Shalihin dan telah sampai di bab ke 60. Dan kami membaca sebuah hadist yang menarik. Kenapa? Karena hadist ini menerangkan sejelas - jelasnya siapa itu kita? Manusia. Berikut saya tuliskan tarjamahnya, semoga memberi pencerahan ( terutama kepada penulis ). Empat Klasifikasi Manusia Dan aku akan menyampaikan satu perkataan kepada kamu, maka hafalkanlah! Beliau bersabda: Sesungguhnya dunia itu untuk 4 orang: 1. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa harta (dari jalan yang halal) dan ilmu (agama Islam), kemudian dia bertakwa kepada Rabbnya pada rezeki itu (harta dan ilmu), dia berbuat baik kepada kerabatnya dengan rezekinya, dan dia mengetahui hak bagi Allâh padanya. Hamba ini berada pada kedudukan yang paling utama (di sisi Allâh). 2. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa ilmu, namun Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki b