Langsung ke konten utama

Langit


 
Nampaknya pelukismu enggan membiarkanku turut memberi warna dalam goresan-goresannya..
Ia juga tak lagi bertanya padaku tentang tema..
Dan rasaku tak pernah pula diterjemahkannya..


Kulihat dia semakin bersemangat membangun mimpinya..
Semakin sibuk saja dia ..
Dan taukah engkau wahai langit.., 
Aku kini tak pernah lagi disapanya..
Biarlah, asal aku tak dilupakannya saja..


Langit..
Kali ini usahlah memberi nilai seperti biasa..
Dengarkan celotehku saja..
Biar pelukismu yang mencernanya..
 
 

Komentar

Posting Komentar

7 Hari Dilihat

Menjadi Manusia

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tunggu Aku Sukses Nanti

Nazarku, Tunai!

Di Balik Konspirasi

Lima

Point of View