Langsung ke konten utama

Langit




Nampaknya pelukismu enggan membiarkanku turut memberi warna dalam goresan-goresannya..
Ia juga tak lagi bertanya padaku tentang tema..
Dan rasaku tak pernah pula diterjemahkannya..


Langit..
Kulihat dia semakin bersemangat membangun mimpinya..
Semakin sibuk saja dia ..
Dan taukah engkau wahai langit.., 
Aku kini tak pernah lagi disapanya..
Biarlah, asal aku tak dilupakannya saja..


Langit..
Kali ini usahlah memberi nilai seperti biasa..
Dengarkan celotehku saja..
Biar pelukismu yang mencernanya..

Komentar

  1. kelamaan gak nyapa nanti lupa lo mas... Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan ada kata-kata ini sebagai pengingatnya :D

      Hapus

Posting Komentar