Langsung ke konten utama

Jomblo Never Die




Buat komporin aja nih yang belum juga putus sama “pacar”nya, santai aja lagi kalo“pacaran” cuma buat seneng-seneng doang. Waduh kalo udah kata seneng-seneng doing yang keluar mestinya kamu yang berjenis kelamin cewek jangan mau coz, kalian yang dijadikan “objek” untuk kesenangan para kaum adam. Dan para cowok kaya ga ada “maenan” lain apa? Secara sekarang banyak mainan yang lebih menantang disbanding sekedar menaklukkan si betina dengan rayuan gombal basah.


Kalian mau kenal pasangan lebih “dalam”? Buat apa? Kecocokan? Palsu semua tuh. Dalam islam tuh ga ada namanya pacaran sebelum nikah bahkan ta'aruf pun ga ada. Jadi putusin aja si doi deeh, dunia ga bakalan kiamat kok. Salah seorang penulis mengatakan:


“Mencari jodoh yang baik adalah senantiasa memperbaiki
diri hari demi hari. Lalu kita menjemputnya dari tangan Allah diiringi senyuman sang bidadari”


Cihui, bagus kan? Jadi udah jelas banget kalo mau dapet jodoh yang baik yaa tinggal betulin diri kok “Pasangan kita adalah cerminan diri kita”. Pacaran adalah sesuatu yang indah tetapi yang begini nih yang ngerusak, pacaran sebelum nikah. Lihat kebiasaan orang pacaran telpon-telponan sampai larut malam.


Sebagaimana ayat-ayat cinta yang difirmankan oleh Rabb kita azza wa jalla, “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An-Nur : 3)


Tuh khan, sesuai fitrahnya magnet boss, kalo kamu ngerasa sebagai orang yang baik-baik niscaya kamu akan dapat pasangan yang baik pula. Belum pernah khan terdengar kasusnya kalo ada seorang kyai, ajengan, ustadz dapetin istri seorang wanita tuna susila dan kawan-kawannya. Begitu juga sebaliknya. Jadi kalo kamu mau mendapatkan sebuah kecocokkan lakukanlah dengan mempertebal keimanan. Dalam iman yang kuat terdapat jiwa yang sehat.

Kita Pasti Siap dan Bisa !


Buat para cewek rugi pacaran emang siapa dia berani pegang tangan kamu, cium kamu dan “towal-towel” kamu, kamu tuh mahal,jangan gara-gara diajak nonton sama makan aja udah luluh. Yang cowok juga ngabisin duit aja sih bahkan sampe berlutut “mengemis” cinta kemana harga dirimu wahai pejantan tanggung eh pejantan tangguh maksudnya.

Jomblo bukan aib, jomblo juga bukan penyakit dan jangan takut dibilang homo gara-gara ga pacaran. Jomblo tuh trend, jomblo tuh bebas dan jomblo tuh normal lagipula“jomblo bukan berarti ga laku!!”. Pulsa kita jadi hemat, waktu tidur kita lebih banyak, badan jadi lebih sehat, dan tentunya tekanan darah gak naik. Kamu tentunya tahu khan betapa seorang yang punya tekanan darah rendah bisa jadi tekanan darah tinggi gara-gara sering berantem sama pacarnya. Nah yang tadinya tekanan darah tinggi bisa jadi tekanan darah rendah gara-gara sering makan ati yang dipendam jadi basi.


Udah deh, pacaran mang biang penyakit, celana jadi sempit, makan jadi irit, sama saudara pelit, dan satu lagi yakni membuat urusan yang padahal mudah menjadi rumit. Kenapa coba? Karena tiap kali mau ngapa-ngapain mesti nanya dulu ma pacarnya,“eummm say, kira-kira aku pergi gak yah ke sekolah?” gubraaaak!!!!! Emang si-say yang bayarin kamu sekolah apa? Dan inilah parahnya lagi, seseorang lebih menurut dengan kata pacarnya yang notabene masih pacaran dibanding nurut sama orang tuanya. Dan lagi-lagi karena ortunya ngedukung pacaran, si ortu akhirnya tiap kali mau nasehatin anaknya mesti lewat pacarnya. Hei! Bangun! Ini tahun millenium.


Khusus buat para cowok, memang kalau sudah ketagihan pacaran apalagi udah level 10 wah susah banget, minta ampun susahnya tapi buktinya banyak kok yang bisa melepaskan ketergantungan dari pacaran yaa itu tadi dengan memformat ulang tujuan diri, guys seorang drugs user aja bisa kok berhenti total dari kebiasaannya dia nge-gele, berarti kalian juga pasti bisa.

Dapatkan Kebahagiaan!


“Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki: Isteri shalihah yang dipandang membuat semakin sayang, jika kamu pergi membuatmu merasa aman kerena bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu. Kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemanapun pergi. Dan, rumah yang lapang, damai, penuh kasih sayang...”(HR Abu Dawud)


Bagaimana mendapatkannya? Apakah dengan jalan pacaran, Apakah dengan selalu nebeng sama orang tua dengan fasilitas yang disiapkan sejatinya untuk kebaikan. Eh tapi justru buat kesalahan penggunaan. Pistol aja kalo salah digunakan yang tadinya buat menembak musuh malah bisa jadi buat bunuh diri. So guys, bekerjalah! Setiap orang punya takdir yang berbeda, punya kunci rizki yang berbeda. Malu dong pacaran tapi modal dengkul sebentar-sebentar minta uang, sebentar-sebentar nodong, atau kalo nggak ditodong deh tuh cewek buat nombokin biaya makan ma nonton. Jangan mau hai kaum wanita! Bekerjalah wahai pria, katanya cinta..kalo cinta lakukan dan buktikan jangan Cuma omong doang. Kalo Cuma ngomong sih anak bayi juga bisa ngoceh! Ini buat kamu yang masih sekolah lho, kalo yang udah kerja mah topik bahasannya beda lagi, lebih tinggi dikarenakan uangnya udah dirasa mapan tapi gombalnya tetep gak nahaaaan.


“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”(QS At-Taubah:105)


Tuntas deh kejawab semuanya, Tinggal Kalian yang belum putusin si doi saatnya PUTUS! Jangan takut Allah beserta kalian! Jadilah orang-orang yang beruntung dengan mengikuti MUTLAK kata-kata Allah dan Rasulnya. SAYANG HARI INI KITA PUTUS, KU HARAP KAU MENGERTI ! (PASTI BISA).



Marthias Al Fathin


http://sobat-muda.com/content/view/134/32/

Komentar

  1. Good..ini dia yang dibutuhin sama temen-temen remaja, pencerahan. Thanks buat Andrie. Semoga, bisa dijadikan bahan pemikiran bagi para remaja Indonesia.

    BalasHapus
  2. Sama-sama :)
    amiinn...
    dan terutama bagi saya sendiri selaku remaja.

    BalasHapus
  3. Weeeewww... Nice posting..

    BalasHapus
  4. bermanffaat sekallleee salam cetar http://baguzinsannu.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

Don't Quit

Saya telah menjadi Agnostik dan meninggalkan Islam sejak dua ribu dua tiga. Sebuah utas yang menarik perhatian saya, apalagi sampai di pin segala di halaman profilnya. Saya kan jadi menebak - nebak dalam pikiran, itu anak muda kenapa ya? Apa ada trauma sama agama atau pemeluk agama, ada ini, ada itu. Apa sudah digrooming elit global sejak lama? Dan lain sebagainya. Well, minimal saya jadi resah dan jadi bahan update tulisan mingguan. Eh, nggak lama saya nemu counter-nya di feed, saya kutip langsung karena suka diksinya. Ini utas pembukanya : MUKJIZAT ADALAH ILMU YANG LONCAT TIMELINE Kenapa Akal 2026 Tidak Bisa Menilai Mukjizat 1400 Tahun Lalu Ada 2 jenis orang yang meninggalkan agama. Jenis pertama karena syahwat. Jenis kedua lebih menyakitkan: karena "rasional". Dia bilang: "Maaf, membelah laut , naik ke langit , menghidupkan orang mati itu tidak masuk akal. Jadi saya tidak percaya." Masalahnya bukan pada mukjizat. Masalahnya pada penggaris yang dia pakai untuk...

The Core

Ada titik dimana gue, ah udah deh keknya memang nggak pantas jadi penulis . Setelah kirim naskah tulisan ke beberapa penerbit. Eh, dipanggil, mana penerbit ini lokasinya di Depok , kan males ya. Jauh banget, mager kan kalau kesana dari Senopati . Eh, tulisan gue di approved ternyata, tanpa adanya revisi, pure copy paste dari blog. Mana ada banyak typo lagi. *Tahukan ini kisah siapa? Iya, saya sempat ngiri juga pak dengan istri, Kok bisa dia nerbitin buku yang runtut gitu isinya. Tapi, saya tahu pak, nggak ada yang bisa nulis sehumor tulisan saya, jadi saya pede dan masih hidup dengan menulis seperti itu. Ya nanti, kalau bisa jadi buku ya, alhamdulillah. *Tahu juga kan itu kisah siapa? Apaan sih Ndri, suruh nebak - nebak. Wkwkwk. Tapi yang jelas, itu bukan kisah elu kan? Iya. Cerita saya menulis, bukan jadi penulis lebih sederhana, tidak mengharapkan jadi buku ataupun menyenangkan pembaca dengan humor yang dipaksa. Cukup, membuat diri saya suka membaca ulang tulisannya di masa depan, s...

Masih Tujuh Belasan

Apa yang membuat kalian warga Malaysia iri kepada Indonesia ? Selain keramahtamahan orangnya ketika bertatap muka? Baca utas di Threads itu kok jadi senyum sendiri, bersyukur, sedikit ngenes, tapi ada harapan juga dari jawaban - jawabannya tetangga sebelah. Tapi ya sudah, bahas yang lain saja yang masih berkaitan lah yak. Masih tujuh belasan. Tepatnya tujuh belasan ke lima puluh lima buat dia yang jarang kata - katanya saya abadikan lagi di label Ibuku blog ini, maapin ya Mak! Langsung anakmu eksekusi di dunia nyata soalnya. Haha. Iya, Ibu saya dilahirkan tepat di hari ini, tujuh belas Agustus tahun sekian. Tidak pernah dirayakan atau merayakan, tapi tetap dimeriahkan seluruh rakyat Indonesia. Hmm, tetap dimeriahkan walaupun petugas yang dibayar, ada saja kelakuannya. Ada saja gebrakannya. Eh, kok kesana lagi. Inginku berkata kasar. Wkwkwk Dah gitu aja. Dirgahayu Emak dan Republik Indonesia .

Krakatau 1883

Senja merah darah. Cahaya Bulan berubah kebiruan , tak lagi putih berpendar. Bahkan matahari terlihat kehijauan , tak lagi terang benderang. Hampir dua tahun lamanya, langit dunia seperti berubah menjadi sebuah kanvas raksasa. Dan kita semua tahu sekarang, siapa pelukisnya. Tapi, bayangkan itu terjadi ketika tidak ada internet . Tidak ada satelit. Tidak ada berita real-time di News Feed. Langit berubah menjadi merah menyala. Saking merahnya, di beberapa kota di Amerika Serikat orang-orang sempat mengira ufuk sedang terbakar. Di Norwegia , warna merah yang mengerikan itu kemudian dipercaya menjadi salah satu inspirasi visual bagi Edvard Munch ketika melukis The Scream . William Ascroft , pelukis di Inggris membuat ribuan sketsa tentang langit waktu itu yang berubah warna. Bukan kiamat. Bukan perang. Bukan akhir dunia. Hanya sebuah gunung yang meletus di Indonesia . Krakatau , 1883.

Si Belang, Si Botak dan Si Buta

  Agak lupa saya dengan alur kisah Israiliyat ini, dikarenakan hanya nyimak potongan hikmahnya saja subuh barusan, jadi versi lengkapnya kelewatan karena subuhan di Masjid yang berbeda jurusan. Alangkah baiknya saya kutip kisahnya saja yak, karena biasanya kisah Israiliyat ini banyak yang ajaib biasanya. Agak di luar nalar. Kita tidak boleh menyalahkan, tidak boleh membenarkan. Sumber orisinal ada di Hadist Shahih Imam Bukhari dan Muslim tentu saja. Dan ini representasi ala saya. Lebih tepatnya AI yang saya latih menjadi saya. *Apaan sih Ndri? Ya begitulah, baca aja dah! Semoga ada hikmahnya. Ada kisah tentang tiga orang. Satu kena kusta. Satu botak. Satu buta. Mereka miskin. Mereka menderita. Mereka ingin hidup normal. Allah sembuhkan. Allah kasih mereka harta. Dalam waktu singkat. Yang dulu kekurangan berubah menjadi berkecukupan. Tapi kemudian datang ujian. Ada orang miskin meminta bantuan. Dua orang menolak. Ketika diingatkan: “Bukankah dulu kamu juga seperti ini?” Mereka mala...

Sia

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Dar der dor banget memang ngeliat kelakuan petugas rakyat Indonesia menjalankan tugasnya. Kok bisa, masih manusia kan ya? Belum selesai urusan A bisa langsung lompat ke urusan T bahkan salto ke Z, tapi ya begitulah. Kita semua sudah tahu kenapa. Ada yang meraba kita memang sudah fase keempat di fase - fase zaman yang disebutkan dalam sabda Nabi. Jadi ya sebisa mungkin dinikmati, tetap waras dan jaga api. Waras, sehingga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jaga api semangat untuk memegang kebenaran meski bisa terbakar dan mati. Terus apa hubungannya tulisan di paragraf pertama Ndri? Oh, itu tentang obrolan saya di suatu siang dengan teman ngaji, kok bisa ya kelakuan manusia bisa sebegitu jahatnya? Padahal hidup berdampingan kan bisa? Gimana mereka - Anda Tahu Siapa - kok bisa ngelakuin genosida, memakan riba, merusak bumi dan segal...