Langsung ke konten utama

Melekat


Ada salah satu kesamaan antara saya dengan istri yang sepertinya perlu disyukuri dan maknai lebih dalam.

Kami berdua tidak suka ada benda yang melekat dengan tubuh, terutama perhiasan. Istri tidak suka pakai, cincin, gelang, kalung apalagi jam tangan.


Pun saya, boro - boro pakai cincin atau gelang misalnya. Pakai jam tangan saja kalau kepengen saja.


Ah, elu nggak beliin kali Ndri!


Eh, jangan salah. Waktu mengajak menikah saya tanyakan mau mahar perhiasan apa. Beneran apa saja, karena memang rezekinya ketika mau menikah sangat berlimpah. Sekarang juga sih, nggak kurang - kurang nikmat-Nya. Hehe.

Istri malah memilih logam mulia saja. Ya sudah, saya terima dan tambahkan uang tunai beberapa.

Pernah saya juga belikan jam tangan, ya, sesekali dipakai setelahnya entah pergi kemana-mana itu jam. Haiya!

Benang merah yang bisa saya petik, kami berdua memang tidak suka ada yang melekat, terutama soal perhiasan, soal dunia.
Belajar bahwa sebenarnya kami tidak memiliki apa - apa tanpa menafikan pemberian yang sangat banyak dari-Nya.


Jadi ketika habis masa pakainya, habis rezekinya, ya sudah.
Sudah waktunya.


Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Ibu Rumah Tangga

Top Rangking 1 Google, Penting?

Sirr - Jahr

Anonymous V

Point of View