Langsung ke konten utama

Kaos Oblong, Celana Sarung dan Sandal Swallow

 



Masih pengen bahas tentang outfit. Tapi timeskip sebelum saya menikah.

Seperti terlihat di gambar. Kurang lebih seperti itu outfit saya kemana - mana sejak Oktober 2015. Eh, kalau yang itu sudah resmi pacarannya ya.

Entah kenapa istri saya ya kok mau saja ya ngeliat calon imannya modelan begitu. Nggak fashionable blas, loveable apalagi instagramable.

Dari pertama bertemu di Islamic Center Bekasi, sampai mengantarkan dia balik ke Jambi. Kok ya masih tetap keukeh ya?

Ternyata dia sudah mengemban misi, ketika saya tanya kemudian hari.
Akan mengubah tampilan saya pelan - pelan, dan yak akhirnya berhasil sih.

Hiks, runtuh sudah idealisme.

Tapi pointnya,

Hai jiwa - jiwa yang separuh..
Entah bagaimana absurdnya kamu saat ini, percayalah sudah ada calon yang menanti. Entah di dunia ini atau masih dalam proses sertifikasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

29 Night

Wahai penguasa hati.. Ampunan - Mu.. Wahai penguasa hati.. Mohon rahmat - Mu.. Kemana lari? Kemana kembali? Jika bukan pada - Mu? Jika bukan pada cahaya dari - Mu.. Wahai penguasa hati.. Ampunan - Mu.. Wahai penguasa hati.. Mohon rahmat - Mu.. Image by : Thomas Schattan

Empat Klasifikasi Manusia

Ba'da subuh, seperti kebiasaan yang semoga menjadi kebiasaan. Kami ( saya dan istri ) membaca kitab Tarjamah Riyadhus Shalihin dan telah sampai di bab ke 60. Dan kami membaca sebuah hadist yang menarik. Kenapa? Karena hadist ini menerangkan sejelas - jelasnya siapa itu kita? Manusia. Berikut saya tuliskan tarjamahnya, semoga memberi pencerahan ( terutama kepada penulis ). Empat Klasifikasi Manusia Dan aku akan menyampaikan satu perkataan kepada kamu, maka hafalkanlah! Beliau bersabda: Sesungguhnya dunia itu untuk 4 orang: 1. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa harta (dari jalan yang halal) dan ilmu (agama Islam), kemudian dia bertakwa kepada Rabbnya pada rezeki itu (harta dan ilmu), dia berbuat baik kepada kerabatnya dengan rezekinya, dan dia mengetahui hak bagi Allâh padanya. Hamba ini berada pada kedudukan yang paling utama (di sisi Allâh). 2. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa ilmu, namun Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki b