Ada titik dimana gue, ah udah deh keknya memang nggak pantas jadi penulis . Setelah kirim naskah tulisan ke beberapa penerbit. Eh, dipanggil, mana penerbit ini lokasinya di Depok , kan males ya. Jauh banget, mager kan kalau kesana dari Senopati . Eh, tulisan gue di approved ternyata, tanpa adanya revisi, pure copy paste dari blog. Mana ada banyak typo lagi. *Tahukan ini kisah siapa? Iya, saya sempat ngiri juga pak dengan istri, Kok bisa dia nerbitin buku yang runtut gitu isinya. Tapi, saya tahu pak, nggak ada yang bisa nulis sehumor tulisan saya, jadi saya pede dan masih hidup dengan menulis seperti itu. Ya nanti, kalau bisa jadi buku ya, alhamdulillah. *Tahu juga kan itu kisah siapa? Apaan sih Ndri, suruh nebak - nebak. Wkwkwk. Tapi yang jelas, itu bukan kisah elu kan? Iya. Cerita saya menulis, bukan jadi penulis lebih sederhana, tidak mengharapkan jadi buku ataupun menyenangkan pembaca dengan humor yang dipaksa. Cukup, membuat diri saya suka membaca ulang tulisannya di masa depan, s...
Komentar
Posting Komentar