Langsung ke konten utama

Realitas

Belum terlambat, dan tak ada terlambatnya..
Untukmu tahu, bahwa..
Yang kamu lihat, bukan seperti yang terlihat..
Yang kamu baca, bukan yang seharusnya dibaca..
Yang kamu dengar, bukan seperti yang terdengar..
Lalu bagaimana?

Bangun dan sadar, saatnya melawan!..
Melihat yang memang seharusnya terlihat..

Membaca yang seharusnya dibaca..
Mendengar yang seharusnya perlu di dengar..
Dan cari kebenarannya..

Realitas yang sesungguhnya, bukan hasil penipuan bukan hasil pembodohan..
Dan sebarkan!

Postingan populer dari blog ini

Komentar

  Apa semua hal perlu dikomentari? Atau kita tunggangi untuk keperluan eksistensi? Dulu saya begitu, nggak ada kerjaan emang wkwkwwk Apa saya harus kasih solusi, sedangkan yang punya masalah nggak minta solusinya. Apa saya harus menjawab, kalau yang ngasih pertanyaan saja nggak ada. Apa saya harus berkomentar, sedangkan yang dikomentari saja.. terusin sendiri. Emang pinter si mang Mark Zuckerberg nanya melulu apa yang kita pikirkan. Kepo banget Adakalanya menjadi pengamat komentar lebih seru, makannya kerjaan saya sekarang namanya.. Social Media Analysis. Keren yak? Padahal bahasa Indonesianya, Tukang Baca Komentar.

Merak.. ( Dedicate to Wahyu Sulaiman Rendra )

pagi ini, 7 agustus 2009.. burung merak itu meninggalkan sarang.. bukan terbang sementara.. terbang menuju keabadiaan.. meninggalkan begitu banyak kata, sajak dan bait puisi, yang penuh nilai.. akankah datang pengganti? pangganti yang menelurkan kata, sajak dan bait puisi sarat makna dan nilai sepertinya.. selamat jalan, terbang menuju langit yang maha tinggi.. kami akan bertemu denganmu kelak, nanti.. semoga dirimu, ruhmu berdamai dan cukup dengan keyakinan yang kau pilih.. selamat jalan.. Dibuat tepat ketika mendengar kabar kepergiannya. Eastearth, 070809.

Sakit, hati..

Perasaan apa ini, sakit sekali tanpa tahu dimana asal datangnya.. Bagaimana aku menjelaskan, sementara aku pun kebingungan.. Kalau sakit hati karena seseorang, itu akan mudah.. Mudah, ada tempat yang bisa disalah-salahkan.. Bagaimana kalau penyebabnya saja tidak jelas? Apa aku ingin diperhatikan? Apa aku ini kurang diperhatikan? Atau aku sedang mencari perhatian? Atau mungkin aku ini kurang kerjaan? Wahai Engkau Sang Pemilik Hati.. Jagalah hati kami.. Agar ia tidak berpaling.. Tenangkanlah hati kami yang gusar.. Gusar karena dunia.. Gusar karena musuh abadi yang selalu lembut menghasut.. Cukupkanlah ia hanya dengan hati-Mu..