Langsung ke konten utama

Postingan

The Abudance

  V : Nanti kita sarapan disana yak ( menunjuk suatu tempat yang agak 'fancy' dan belum ada yang fail rasanya ) A : Siap. Beberapa jam kemudian. V : Eh bang, nggak jadi deh, kita harus hemat . A : Baleni omonganmu? ( Ini nggak ada di script sih ) Dan tentu saja akhirnya kami jadi sarapan kesana. Saya dengan kesadaran penuh memilih hidup yang berkelimpahan. Walaupun awalnya dipaksa keadaan. Lalu sepanjang perjalanan kami membicarakan tentang berkelimpahan aka abundance . Bahwa, Kami yang percaya bahwa semuanya memungkinkan . Kami yang tidak lagi takut kekurangan , karena memang nyatanya selalu dicukupkan . Kami yang yakin semua hal yang diharapkan akan datang sesuai kehendak Sang Pembuat Aturan .

Menunggu

Tidak ada lagi teman dari kata menunggu selain kata sabar. Pun kata sabar adalah kata yang paling sering diulang-ulang dalam perkataan yang usang. Menjemukan bukan? Tapi, bukankah memang sebagian besar hidup isinya itu menunggu? Akan menjadi daftar panjang kalau disebut satu persatu. Mau? Ok, ini hasil diskusi saya dengan ChatGPT tentang menunggu: 🌅 Tentang Diri dan Waktu 1. Proses menjadi versi terbaik dari diri sendiri . 2. Kedewasaan — yang datang perlahan bersama pengalaman. 3. Ketenteraman batin yang tumbuh dari penerimaan. 4. Momen di mana semua latihan, kerja keras, dan sabar akhirnya terasa berbuah. 5. Masa di mana luka lama akhirnya sembuh tanpa terasa. 💞 Tentang Cinta dan Hubungan 6. Seseorang yang mencintaimu dengan tenang, tanpa drama, tanpa topeng. 7. Persahabatan yang terbukti kuat setelah diuji jarak dan waktu. 8. Hubungan yang seimbang — di mana kamu tidak perlu mengejar, hanya tinggal disambut. 9. Waktu yang tepat untuk bertemu orang yang memang satu frekuensi ...

Prioritas Bahagia

  Kemarin nonton video dari salah satu channel YouTube luar yang isinya menanyakan para expatriate kenapa betah tinggal di Indonesia . Yang saya tonton ini sudah tujuh tahun tinggal di Indonesia. Dia enggan balik lagi ke negara asalnya, Italia . Kenapa? Katanya karena menemukan makna hidup di Indonesia. Hampir bunuh diri karena depresi, tapi syukurlah dia kesini dan tidak jadi. Tepatnya? Disini, tepatnya di Bali . Tapi bukan di Canggu , karena itu sama saja seperti kota negara besar lain. Tapi di sudut pelosok Bali yang belum terlalu terkena modernisasi. Bukan pula Jakarta yang sesak dengan hustle culture -nya. Yang semuanya tentang uang, uang dan uang, katanya. Mereka beragama, tapi lupa atau dilupakan oleh sistem yang ada. Apa? Prioritas bahagia, tidak seperti yang dia alami di Italia sana. Kerja, kerja, kerja lalu (mungkin) bahagia dengan yang dihasilkan di masa tua. Disini, orang mengedepankan bahagia diurutan pertama. Uang diurutan sekian. Mengedepankan hubungan dengan orang...

Point of View

Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.

Fatherless

      Di Amerika sana ternyata ada content creator yang fokus buat video mengenai hal - hal apa saja yang biasanya diajarkan seorang ayah ke anaknya. Penontonnya tentu saja rerata anak - anak yang tidak punya figur seorang ayah. Dalam hati, gue banget ini sih bapak, related sekali. Kemana saja selama ini? Hiks. Ah, lebay lu Ndri! Iya, biarin. Sebagai seseorang yang dilahirkan dari orang tua yang bercerai sewaktu usia dua tahunan. Lalu diasuh oleh Ibu, otomatis membuat saya tidak mempunyai sosok ayah, membuat saya tidak tahu rasanya bagaimana jika punya. Untunglah, syukur alhamdulilah Ibu. Memberikan pengetahuan sesosok ayah yang ideal lewat cerita nabi - nabi , orang - orang shaleh. Baik diceritakan langsung ataupun melalui buku. Ya walaupun tidak merasakan langsung, minimal tidak salah figur. Jadi, tulisan ini untuk anakku nanti. Maafkan kalau ayah banyak salah dan tidak begitu mengerti soal bagaimana sebaiknya membesarkanmu, tapi ketahuilah.. Ayah melakukannya dengan s...

Kekasih-Nya

  Awal mula mengenal kata ini, ketika membaca terjemahan Al Qur'an dan kitab terjemah lainnya. Terutama ketika membahas kisah Nabi - nabi di dalamnya. Agak bingung kenapa hubungan antara Nabi dan Tuhan pakai kata kekasih, seperti pasangan yang sedang jatuh cinta. Maklum pemula, bacaan masih sedikit, kosa kata belum banyak, wawasan belum luas. Tapi makin kesini, makin dewasa, makan banyak asam garam dunia, makin mengerti. Jadi paham, kenapa harus pakai kata kekasih. Karena sejatinya, hubungan Tuhan dan Hamba . Bukan karena berharap surga atau takut neraka. Tapi, karena cinta. Dan ridha .