Tulisan e-AI



I : Elu tahu Ndri, tulisan gue kalau di check pake AI Plagiarism checker, hasilnya 80% dianggap tulisan AI.
Dan kalau gue pake AI buat nulis dengan topik yang sama terus di check juga, masa hasilnya 70-80% tulisan manusia, aneh nggak sih?

A : Dah kek robot elu yak? Wkwkwk

Begitulah, latar belakang lawan bicara saya yang memang erat dengan menulis. Dulunya gamers, lalu content writer di agency digital marketing, terus sekarang punya agency sendiri yang fokus khusus di platform Meta.
Jadi menulis bahan buat iklan adalah makanan sehari-hari, itu alasannya.

Kalau ada yang mau coba jasanya, minimal buat split test iklan ada di angka 100-200 jutaan.

Ada yak orang begitu? Ada lah.
Kemanusiaan dalam tulisan hampir hilang sangking expert-nya. Semoga yang lain jangan.

Terus apa hikmahnya Ndri?
Apaan yak? Coba cari lah! Haha.

Di era AI agent yang bisa gantiin tugas buat nulis, bikin video, analisis saham, jadi buzzer, jadi counter-nya KOMDIGI dan buanyak hal lainnya.

Sepertinya kita manusia, harus menjadi manusia. Yang punya rasa, karsa dalam berkarya. Tidak semuanya harus sempurna, memang harus ada salahnya, ada gagalnya.

Darinya kita belajar, bahwa turun dari surga karena penasaran dengan sebuah buah, tidak terlalu buruk juga. Apalagi jadi WARGA NEGARA INDONESIA, kita sudah punya tiket buat baliknya.

Komentar

Tujuh Hari Dilihat