Langsung ke konten utama

Fast Living




Slow Living itu orang gagal lalu menepi.

Agak provokatif? Iya, itu click bait dari sebuah YouTube thumbnail. Tapi ada benarnya nggak sih? Belum saya nonton tapi, mungkin nanti.

Sudah banyak yang bahas apa itu slow living baik secara definisi maupun eksekusi. Tapi belum terlalu kelihatan yang bahas sebaliknya.

Ada akibat pasti ada sebabnya. Nah sebabnya ini yang harus dielaborasi dulu seharusnya. Menurut keyakinan saya.

Kadang kita terlalu bangga dengan kata “cepat”. Cepat kerja. Cepat selesai. Cepat berhasil. Seolah-olah yang cepat itu pasti benar.

Saya sering lihat, dan mungkin kita juga pernah *Ah lu aja Ndri. 
Ketika ngerjain sesuatu sambil buru-buru, hasilnya justru banyak yang terlewat.

Ada yang salah. Ada yang kurang. Ada yang harus diulang. Akhirnya yang tadinya mau hemat waktu, malah jadi buang waktu yak?

Hari ini, hidup di zaman yang semuanya kalau bisa dipercepat. Makan ingin cepat. Belajar ingin cepat. Sukses juga pengennya cepat.

Apa benar hidup harus selalu cepat? Apa benar semua hal harus diselesaikan cepat - cepat? Karena ada hal-hal yang justru indah kalau dinikmati pelan-pelan, lambat.

Ngobrol dengan orang tua. Minum kopi di pagi hari bareng pasangan. Belajar sesuatu yang kita suka. Itu bukan hal yang dikejar untuk selesai. Itu untuk dirasakan.

Slow living bukan tentang hidup lambat. Bukan juga tentang jadi malas. Tapi tentang satu hal sederhana:

Menempatkan kecepatan di tempat yang tepat.

Kadang kita perlu lari. Kadang kita perlu berjalan. Kadang kita perlu berhenti, jeda.

Karena hidup bukan perlombaan siapa yang paling cepat sampai. Tapi siapa yang paling sadar bahwa dia sedang berjalan.

Bahwa ternyata, hidup tidak perlu diburu-buru untuk bisa berarti. Bahwa tidak hanya sekali, bisa berkali-kali berarti.


Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

Top Rangking 1 Google, Penting?

Top Rangking 1 Google , Penting? Entahlah, tapi akhir-akhir jadi penting ternyata. Kenapa? Gara-gara sebuah thread disalah satu forum IM yang bikin heboh :D Entah siapa yang memulai, pihak mana yang dirugikan atau malah diuntungkan dan akhirnya saya pun ikut-ikutan. Penting nggak sih jadi Top Rangking 1 Google? Top Rangking 1 Google, Keknya Penting! Kalau anda punya Toko Online, itu adalah hal mutlak! Tampil di halaman pertama Google adalah suatu keharusan karena dari situlah pengunjung akan mengetahui apa yang anda jual, dan ini harus tertarget!  Anda perlu Tim SEO ( Search Engine Optimization ) atau setidaknya anda menyewa jasa SEO khusus untuk keperluan Toko Online Tersebut, selengkapnya tentang SEO bisa dibaca disini . Dan Kecuali kalau anda adalah Blogger Independent, penting tidaknya tampil di halaman satu di Google bukanlah suatu keharusan, kenapa? Karena saya punya fans pembaca yang setia mampir di blog sederhana ini! hahaha :D Mencari N...

3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan, Untukku..

3 tahun Blogger Bekasi Semangat Kebersamaan dalam Harmoni Perubahan, Untukku.. Ya, itulah kata yang tepat untuk mewakili postingan saya kali ini. Saya sebenarnya malu, kenapa? sudah 6 tahun hidup di Bekasi, tapi baru mengenal Komunitas Blogger Bekasi justru di Ulang tahunnya yang ke 3. Miris. Flashback..   Malam itu seperti biasa, setelah merapikan mengurus jadwal posting di web yang saya kelola. Buka beranda Facebook , liat update sana-sini, komentar lagi-lagi. Lalu klik event, siapa tahu ada acara yang penting? Dan ternyata ada! Seorang teman akan menghadiri event bernama Ulang Tahun ke 3 Blogger Bekasi pada tanggal 8 September 2012 yang diselenggarakan di Balai Patriot , Kantor Walikota Bekasi . Penasaran saya searching alamat webnya, alamat Facebook baik grup dan halaman fanspagenya dan tidak ketinggalan twitternya.  Lalu singkat cerita dengan berani dan agak ragu saya mengisi form pendaftaran tanda akan hadir disana, di acara Ulang Tahun ke...

Soal Kaya

Pantesan, orang kek gini nggak boleh dikasih kaya. Kalau dikasih, bisa dijadikan budak kita. Halah, itu Donal Bebek kaya dia. Kelakuannya bikin se-dunia pen nyubit ginjalnya. Kurang golden spoon apa dia? Jangankan Paris. Bumi ke bulan aja bisa keknya tiap tahun buat agenda. Lho, kok kesana? Itu kan memang sudah jatah karakter dia buat dijadiin villain dari Penciptanya. Buat contoh di zaman sekarang, buat teladan, sama kek Fir'aun , Qarun dan lain sebagainya. Terus memang ada contoh orang kaya yang baiknya kebangetan? Ada lah! Yang paling ekstrem sedekahnya aja bisa bikin inflasi sebuah negera, Mansa Musa namanya. Ok, terus hubungan sama pernyataan di awal-awal ini tulisan? Hubungannya pasti dengan uanglah. Uang nggak mengubah karakter seseorang, uang berfungsi sebagai katalis yang memunculkan sifat dan karakter asli yang selama ini terpendam oleh keadaan. Iya, pernah dong kita ngerasa begitu dengan seseorang atau sesebapak yang dikasih jabatan Presiden sebuah negera Kepulauan? Lh...

Bloofers & Another Stories

Suasana itu masih terasa.. Selamanya akan tinggal.. Dalam ingatan.. Dalam hangatnya pelukan jiwa.. Akrab, tanpa jarak.. Begitu saja.. Mengerti, tanpa meminta.. Begitu saja.. Lebih dari sekedar persahabatan.. Lebih, lebih seperti keluarga...    

Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Apa Yang Kamu lakukan?

Jiaahh,,cinta lagi, cinta lagi,,topik kek gini nih biasanya nyang demen bahas nyang belum nikah. Biasanya lho,, *uhuk* termasuk,, *uhuk*. Tapi namanya cinta,bebas dibahas tapi bukan bebas diumbar.Jadi keinget diskusi sama salah seorang temen saya di Kota Sabang.Dia bilang,“cinta tu rasanya ibarat antara tae’ lembu ma coklat, Ra’.” Warna sama, rasa beda.Judul sama, bisa jadi masing2 orang ngrasainnya beda.” Wehehehe,, saya ngakak pas dia bilang kek gitu. But iya yah, kumaha story-nya kalo your love bertepuk sebelah hand.Apakah kamu akan : 1. Nyanyi lagu kak Rhido Irama “Menunggumu” 2. Potong rambut,cukur jenggot 3.Bikin Pilem “Sang Mutarrabi” 4.Bikin Sinetron “Bukan Manohara” 5. Bikin Buku “Ketika Cinta Berdarah” 6. Bikin lagu “Bukan Cinta Binasa” 7. Tiba-tiba ngomong ke orang2'aku ga’ patah hati kok,, ah!Ga’ kok,Siapa bilang aku patah hati, siapa?? Siapa?? Sini aku hajar!!!” 8.Cari yang lain, lebih cepat, lebih baik (versi JK-Win) 9.Lanjutkan! (versi SBY) 10.Gitu aj...

Pengkhianat

Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menerapkan aturan-aturan Sang Utusan.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjaga diri agar tetap terjaga.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku tidak gelap mata, kalap terhadap harta .. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjalankan tugas sebaik-baiknya, dimana aku menjadi pemimpin di dalamnya.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjaga pergaulanku dengan wanita, membuat sekat-sekat yang semestinya ada..