Untuk merasa berlimpah, harus tahu dahulu dimana batas kecukupan.
Kalau tidak, sejauh manapun dikejar, berusaha didapatkan. Tidak akan pernah hadir rasa berkelimpahan.
Jadi ingat cerita obrolan seorang Nelayan dan seorang Pengusaha yang sedang liburan disambi mencari peluang di Pelabuhan.
Posisi Nelayan sedang santai disambi ngopi, merokok dan menikmati pemandangan.
Perahunya sudah menepi, jaring sudah dilipat. Ikan hasil tangkapannya juga sudah cukup memuaskan.
Pengusaha itu heran.
“Kenapa anda tidak pergi menangkap ikan lagi?” tanyanya.
Nelayan itu menjawab santai,
“Ikan yang saya tangkap sudah cukup untuk makan hari ini.”
Pengusaha itu masih belum puas dengan jawabannya.
“Kalau anda menangkap lebih banyak ikan, bisa dapat uang lebih banyak.”
Nelayan itu bertanya, “Lalu?”
“Anda bisa beli mesin untuk perahu. Bisa melaut lebih jauh. Bisa dapat ikan lebih banyak.”
Nelayan itu mengangguk kecil. “Lalu?”
“Anda bisa beli jaring yang lebih besar. Hasil tangkapan makin banyak. Uang makin banyak.”
Nelayan itu bertanya lagi, “Lalu?”
“Kalau uang sudah banyak, anda bisa punya beberapa kapal. Anda bisa jadi kaya.”
Nelayan itu berpikir sebentar, lalu bertanya,
“Kalau saya sudah kaya, lalu apa?”
Pengusaha itu menjawab ringan,
“Anda bisa santai. Menikmati hidup.”
Nelayan itu tersenyum.
“Menurut bapak… sekarang saya sedang apa?”

Komentar
Posting Komentar