Langsung ke konten utama

Mazhab Jalan Panjang




Q = Kerja dimana Mas?
A = Di rumah :D *Nyengir
Q = Haha... :D


1 Desember 2012.



Kalau dialog diatas diulang di tahun sekarang, mungkin sudah biasa saja.
Tidak terlalu aneh, sudah lumrah, sudah banyak yang demikian.


Terus kenapa?


Hmm, mau cerita aja.
Kemarin ketemu temen lama, harapannya ada kolaborasi antara aku dan dirinya dengan peluang apa saja dari yang sudah dibicarakan. *Eeaaaa


Terus apa hubungannya?


Ya, dihubungkan.
Tentang pilihan, bahwa saya lebih suka memilih jenis bisnis yang urusannya panjang.
Meski saya kerjakan dari rumah, sebisa mungkin dampaknya bisa kebanyak orang.
Seperti petuah dari Guru kita semua, Anda tahu siapa.



Tidak selalu tentang uang, tapi tentang kebermanfaatan dari keberadaan.




Ya, kalau uangnya banyak saya juga senang lah. Haha.




Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

Sia

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Dar der dor banget memang ngeliat kelakuan petugas rakyat Indonesia menjalankan tugasnya. Kok bisa, masih manusia kan ya? Belum selesai urusan A bisa langsung lompat ke urusan T bahkan salto ke Z, tapi ya begitulah. Kita semua sudah tahu kenapa. Ada yang meraba kita memang sudah fase keempat di fase - fase zaman yang disebutkan dalam sabda Nabi. Jadi ya sebisa mungkin dinikmati, tetap waras dan jaga api. Waras, sehingga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jaga api semangat untuk memegang kebenaran meski bisa terbakar dan mati. Terus apa hubungannya tulisan di paragraf pertama Ndri? Oh, itu tentang obrolan saya di suatu siang dengan teman ngaji, kok bisa ya kelakuan manusia bisa sebegitu jahatnya? Padahal hidup berdampingan kan bisa? Gimana mereka - Anda Tahu Siapa - kok bisa ngelakuin genosida, memakan riba, merusak bumi dan segal...

Ketika Cinta

Ketika ditanya cinta.. Ah, aku tidak sempurna mengenalnya.. Ketika ditanya cinta.. Ah, mungkin aku sudah mati rasa dalam cinta.. Ini bukan sajak cinta.. Untuk menjerat pencari cinta.. Ini bukan sajak cinta.. Untuk menculik hati yang haus cinta.. Bagaimana aku mau mencinta.. Kalau cahaya cinta pada-Nya belum paripurna.. Bagaimana aku mau mencinta.. Ah, kuserahkan cinta kepada Maha Cinta.. Ah, biar cinta yang datang adalah cinta karena-Nya.. ______________________

Egois

"Semua orang egois!,". Temanku "Kalau nggak egois nggak hidup,". Jawabku sekenanya.

Di Balik Konspirasi

Memohon perlindungan dari fitnah darinya.. Di setiap akhir sujud sembah.. Tapi bagaimana? Paranoid, asing, aneh, kuno bla bla bla.. Alergi, phobia bla bla bla.. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:  “Sudahkah aku ceritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada kaumnya.”

Pengkhianat

Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menerapkan aturan-aturan Sang Utusan.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjaga diri agar tetap terjaga.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku tidak gelap mata, kalap terhadap harta .. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjalankan tugas sebaik-baiknya, dimana aku menjadi pemimpin di dalamnya.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjaga pergaulanku dengan wanita, membuat sekat-sekat yang semestinya ada..

Mintalah yang nggak masuk akal

"Kalau berdoa jangan yang biasa-biasa saja, mintalah yang nggak masuk akal,". tegas Guruku. "Syukurlah, aku sudah berdoa dan meminta yang nggak masuk akal,".