Langsung ke konten utama

Nurut





"Hidup itu mirip wayang, nurut apa mau Sang Dalang... bedanya kita masih diberi opsi-opsi pilihan,". Ibuku.




Image by : pink sword




Komentar

  1. pilihan
    ya sebuah pilihan
    ada konsekuensi
    dalam setiap pilihan
    yang kita pilih
    mana yang akan kita ambil
    taat atau inkar
    smua ada konsekuensinya
    just up 2 u
    :D

    BalasHapus

Posting Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

Masih Tujuh Belasan

Apa yang membuat kalian warga Malaysia iri kepada Indonesia ? Selain keramahtamahan orangnya ketika bertatap muka? Baca utas di Threads itu kok jadi senyum sendiri, bersyukur, sedikit ngenes, tapi ada harapan juga dari jawaban - jawabannya tetangga sebelah. Tapi ya sudah, bahas yang lain saja yang masih berkaitan lah yak. Masih tujuh belasan. Tepatnya tujuh belasan ke lima puluh lima buat dia yang jarang kata - katanya saya abadikan lagi di label Ibuku blog ini, maapin ya Mak! Langsung anakmu eksekusi di dunia nyata soalnya. Haha. Iya, Ibu saya dilahirkan tepat di hari ini, tujuh belas Agustus tahun sekian. Tidak pernah dirayakan atau merayakan, tapi tetap dimeriahkan seluruh rakyat Indonesia. Hmm, tetap dimeriahkan walaupun petugas yang dibayar, ada saja kelakuannya. Ada saja gebrakannya. Eh, kok kesana lagi. Inginku berkata kasar. Wkwkwk Dah gitu aja. Dirgahayu Emak dan Republik Indonesia .

Mereka..

Mereka yang terjaga.. Mereka yang penuh cahaya.. Mereka yang terlihat biasa.. Mereka yang setia.. Mereka yang kuat.. Mereka yang penakut Mereka yang luluh.. Mereka yang setiap malam sujud bersimpuh.. Mereka, mereka.. Aku ingin menjadi bagian dari mereka..

Pengkhianat

Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menerapkan aturan-aturan Sang Utusan.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjaga diri agar tetap terjaga.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku tidak gelap mata, kalap terhadap harta .. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjalankan tugas sebaik-baiknya, dimana aku menjadi pemimpin di dalamnya.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjaga pergaulanku dengan wanita, membuat sekat-sekat yang semestinya ada..

Mending

Kamu masih mending, kalau aku nggak tahu rasanya ditinggal pergi Ayah merantau. Karena sudah dari lahir ayahnya nggak ada di rumah, jadi biasa saja yak.  Begitulah nasehat 'mencoba bijak' saya kepada ponakan usia kelas satu SD di sore hari yang ditinggal ayahnya mencari penghidupan ke negeri seberang. Setelah paginya ditinggal dan sesenggukan, ditambah istri saya juga ikut-ikutan. Tapi malah lebih menjiwai dari sang ponakan. Bah! Akhirnya siangnya kami bertiga pergi ke wahana bermain, sebagai pengalih perhatian. Momentum yang pas memang saya pulang ke Malang, selain sebagai penghiburan. Juga dapat pembelajaran. Oh, ternyata begitu yak rasanya. Jadi, adu nasib jadi bahan nasehat dan perbandingan. Wkwkwk  Terus gimana caranya biar sukses dan banyak uang seperti CEO? *Tanya randomnya ke saya Eh, salah saya bawa dia tarik tunai ke ATM sampai muncul itu pertanyaan. Kebanyakan nonton dracin itu bocah keknya. Abisin jatah gagal yang banyak dan berteman dengan kesepian. *Jawab saya se...

Point of View

Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.

Soal Kaya

Pantesan, orang kek gini nggak boleh dikasih kaya. Kalau dikasih, bisa dijadikan budak kita. Halah, itu Donal Bebek kaya dia. Kelakuannya bikin se-dunia pen nyubit ginjalnya. Kurang golden spoon apa dia? Jangankan Paris. Bumi ke bulan aja bisa keknya tiap tahun buat agenda. Lho, kok kesana? Itu kan memang sudah jatah karakter dia buat dijadiin villain dari Penciptanya. Buat contoh di zaman sekarang, buat teladan, sama kek Fir'aun , Qarun dan lain sebagainya. Terus memang ada contoh orang kaya yang baiknya kebangetan? Ada lah! Yang paling ekstrem sedekahnya aja bisa bikin inflasi sebuah negera, Mansa Musa namanya. Ok, terus hubungan sama pernyataan di awal-awal ini tulisan? Hubungannya pasti dengan uanglah. Uang nggak mengubah karakter seseorang, uang berfungsi sebagai katalis yang memunculkan sifat dan karakter asli yang selama ini terpendam oleh keadaan. Iya, pernah dong kita ngerasa begitu dengan seseorang atau sesebapak yang dikasih jabatan Presiden sebuah negera Kepulauan? Lh...