Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Masalah

  Sebenarnya masalah itu tidak ada, karena semua masalah ada solusinya . Yagesya. Yang membuat masalah menjadi masalah, ya karena kita sendiri pihak yang bermasalah. Yagesya. Kebanyakan mikirin masalah, membuat lupa sama solusi masalahnya . Yagesya. Apaan sih maksud ini tulisan? Nggak ada sih, pengen cari masalah aja! Haha.

Old Soul

  Ada pihak yang untuk mengerti 'sesuatu'. Harus kesana - kemari tak tentu. Ada juga pihak yang tidak perlu semua itu. Hai, Jiwa - jiwa yang tua . Yang sudah menua sebelum usia . Apa kabar? Bisa disebut dewasa sebelum waktunya , ada juga beberapa yang dipanggil seorang yang waskita . Ada yang memang dipaksa keadaan, ada juga yang memang sudah dari sananya. Bangga? Tidak juga, karena memiliki jiwa yang tua berarti harus menjadi tempat bersandar, memikul beban yang tidak biasa. Tapi disitulah, peran yang sudah diatur oleh Yang Maha Pengatur . Jangan sampai melantur.

Membaca

  Bukan seberapa banyak buku yang kamu baca, tapi seberapa banyak kamu membaca. Entah kenapa dulu pernah nulis itu, mungkin karena dulu akses sumber bacaan agak kelabu. Tapi ada benarnya juga, bukan cuma buku yang bisa dibaca. Alam beserta isinya adalah sumber bacaan yang bisa membuat kita waskita . Ada satu buku yang kalau boleh disebut buku, tidak pernah usang dimakan waktu. Semua pertanyaan, masalah apapun dijawab dengan jitu. Membacanya membuat hati menjadi syahdu. Iya aku, kamu, tahu apa buku itu. Buku cinta dari Tuhanku, dan Tuhanmu .

Beban

  Tetaplah bernafas, walau tidak berguna. Eh, kata siapa? Minimal jadi beban keluarga. Sangat memotivasi bukan? Haha. Tapi ya begitulah, untuk generasi sandwich seperti saya. Membawa beban keluarga adalah sebuah anugerah, berkah. Ladang amal yang tidak perlu dicari, karena memang sudah datang sendiri. Tidak perlu kesana - kemari. Tetapi terkadang sulit dikenali, oleh pihak yang lupa dirinya sendiri. Untuk apa dia diciptakan di dunia ini. Prestasi puncak Khabib Nurmagomedov bukan ketika dia menang dua puluh sembilan kali. Tapi ketika resign dari octagon untuk menghabiskan waktu bersama sanak famili. Jadi ternak teri , anter anak anter istri. 😌

Semuanya Mungkin

  Tidak ada yang membatasi kemungkinan selain dirimu sendiri. Karena memang asalnya semuanya mungkin. Kuwot siapa tuh? Gue sendiri, barusan kepikiran. Keren kan? Eaaa. Kalau menengok ke belakang, hidup saya rasanya banyak tidak mungkinnya. Siapa lah saya? Anak dari desa, ijazah cuma esdua . Merantau ke Ibukota . Sekarang bisa bla - bla - bla. Sengaja tidak disebutkan, nanti jatuhnya tulisan motivasi ala - ala. From zero to hero . Ndasmu! Haha. Semuanya mungkin kalau Gusti Allah dan dirimu mengijinkan, jujur sampai sekarang pun saya masih berusaha tidak membatasi kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi di depan. Jadi, semuanya mungkin. Trust me.

Jarak

  Saat jarak ada.. Ribuan kata menjadi ada.. Saat jarak tiada.. Aku harus berkata apa? Aku adalah kamu Kamu adalah aku Satu.. Iya, itulah salah satu ' gombalan ' saya ke Vidia. Bikin meleleh kan? Haha. Salah satu kata - kata yang berhasil diabadikan di blog yang suka - suka saya isinya. Tapi beneran lho, dulu waktu kami berjarak, berjauhan. Belum sah menjadi pasangan. Seakan - akan banyak kata - kata yang ingin disampaikan. Kami bisa saling berbalas - balasan kata tanpa ada kata bosan. Setelah sah menjadi pasangan, memandang wajahnya saja sudah menjadi kebahagiaan. Bukan sok romantis, karena memang ketika jarak menipis. Kata - kata menjadi habis. Canvas perlu dilukis, diwarnai dengan banyak menciptakan kenangan manis. Peace.