Langsung ke konten utama

Postingan

Fokus

"Met malam, Android,". Pesen pendek dari seorang sahabat. "Malam juga, Ibu Izza ^^". Balasku meledeknya, karena dia meledekku. "Ibu Izza,belum! sekarang kan statusnya masih Nona,". Balasnya, sedikit kesal mungkin. "Hee, maaf.. belum yaa, Nona Izza ^^". Berusaha tidak memperkeruh keadaan. ""Ya iyalah.. by the way, gimana kabar? sehat kan?,". Tanyanya. "Alhamdulillah, sehat jasmani dan rohani.. kamu?,". Setelah pesan balasan ini, dia membalasnya agak lama, sekitar 10-15 menit. Entah pulsa habis atau apa, akhirnya aku kirim lagi pesan, "Za?,". "Sabar Ndri! Alhamdulillah aku baik..sorry balasnya lama cz lagi sms-an juga sama beberapa orang sekaligus, waduh jadi bingung,". Balasnya. "Owh..,". Pendek saja, aku mengerti sebabnya. "Wah! bubar satu, bubar semua.. sepi lagi nih HP,". Keluhnya, setelah agak lama dia baru membalas. "Cz kasihan, kalau ditambah smsku ntar tamba...

Ruh

Dua belas lewat dua belas.. Bangun dan terjaga.. Ingin segera kembali menutup mata.. Namun ada suatu pesan untuk disampaikan.. Mendesak! Apa? : Barusan, aku mati! : Dan kini, hidup lagi! Dasar!

Lovenation

Dimana cintamu? Entahlah, aku lupa menaruhnya.. Aku sengaja atau disengajakan oleh waktu.. Aku membiarkannya teronggok membisu.. Karena aku lebih suka cinta yang bisu.. Cinta dalam keheningan dan kesunyian.. Namun ramai dalam kesepian.. Berdua dengan Dia.. Lalu, apakah akan terus begitu? Tidak! sampai benar-benar Dia mempertemukanku denganmu.. Jiwa belahan jiwa yang sudah tertulis.. Jauh-jauh sebelum adanya permulaan hari..

Ukuran

Bilang saja, kau suka dengan wajah cantiknya.. Memang.. Bilang saja, kau suka dengan kebaikannya.. Memang.. Bilang saja, kau suka dengan sikapnya.. Memang.. Memang, tepat, dugaanmu itu yang kuharapkan.. Karena dengannya aku akan mengingatkan sebuah pesan lama : Bukan, Cantiknya, kebaikannya, sikapnya.. keturunan siapa atau hartanya.. Agamanya!

Menjadi

Lari bukan jawaban.. Sekedar menjadi penonton, kebodohan.. Segera ambil bagian!.. Berjaga di garis depan.. Sebisamu.. Semampumu.. Inilah waktunya.. Menjadi manusia yang manusia!..

Retak, menyatukan..

Harus senang, musti gembira mendengarnya.. Bahagiamu bahagiaku, sudah.. Semoga tak meretakkan nisan persahabatan.. Biar aku menaklukan resah manusiaku dengan Dia.. Karena semua jawaban sudah tersedia.. Dan aku akan menjemputnya..