Langsung ke konten utama

Tunggu Aku Sukses Nanti




Mata saya berkaca - kaca saat adegan bapaknya Arga menyatakan bangga dan meminta maaf, soal keadaan keluarga yang membuatnya memikul beban yang tidak seharusnya dia pikul sendirian.

Sebagai fatherless person, saya menduga mungkin begitulah ternyata rasanya punya sesosok "Ayah Sungguhan" di keluarga.

Iya, adegan itu mengandung bawang. *Hiks

Film ini mengajarkan soal apa itu validasi, angka cukup dan artinya manjadi dewasa itu sendiri. Juga ini, jangan berburuk sangka. Sebuah pesan plot twist.

Itu kenapa saya nonton dua kali, pertama dengan istri, kedua dengan mertuanya istri.

Jadi, rekomendasi? Wajib!
Wahai kawanku yang ingin merasa dicintai agar tidak kehilangan diri.

Hihi.

Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Nazarku, Tunai!

Di Balik Konspirasi

Amal Andalan

Tanpa Penyesalan

Point of View