Awal Ramadhan seribu empat ratus empat puluh lima, saya tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan Simbah.
Di kamar hotel Le Meridien Towers Makkah, bada Ashar setelah seharian saya terbaring di ranjang dikarenakan kelelahan, lemas.
Masuk angin tepatnya, setelah umroh pertama sehari sebelumnya.
"Le, matur nuwun ya. Matur nuwun, matur nuwun".
Begitu ucapnya setelah mendekati saya dari arah Jendela, didampingi oleh seseorang yang tidak jelas wajahnya.
Saya yang belum siap mencerna apa yang terjadi, hanya bisa mengangguk kepala pelan tanpa bisa menjawab.
Simbah tersenyum, lalu pelan-pelan pergi bersama orang yang bersamanya. Mirip adegan ketika Thanos menjentikkan jari ketika berhasil mengumpulkan Infinity Stones, klik! Lalu separuh populasi manusia menghilang.
Saya terbangun, haru, merinding tentu saja. Tengok kanan - kiri dan tidak ada siapa-siapa kecuali roommate saya di kamar sebelah.
Setelahnya saya video call Ibu di rumah, dan bercerita tentang 'peristiwa astral' barusan.
Begitulah, Al Fatihah buat Simbah Sawinah binti Tahir.

Komentar
Posting Komentar