Langsung ke konten utama

Postingan

Pamer Bacaan

A : Ma, mau denger bacaanku sekarang nggak? E : Boleh. Baca beberapa ayat. A : Gimana? Nggak bunyi kan? *Bangga E : Iya, dah belajar dua tahun masa nggak lancar. Nggak bunyi maksudnya, autocorrect bacaan Istri tidak berfungsi. Iya, kami bertiga di ruangan yang sama sedari tadi. Begitu baca taawudz , Istri langsung standby menghampiri. Siap untuk melakukan koreksi, oh tidak kali ini, baby! Haha. Sudah cukup lama di blog ini label Ibuku tidak pernah update. Padahal mah, walau beda rumah setiap Minggu saya dan Ibu selalu nge-date.

Ridha

Ya Allah, saya tidak lagi menjadikan uang sebagai sumber ketenangan. Saya fokus memberi nilai dan berikhtiar. Rezeki adalah urusan-Mu, usaha adalah urusanku . Begitu isi salah satu  utas  di threads yang saya komentari. Oh ya, seminggu belakangan saya jadi member aktif. Bukan buat utas, mancing engagement, nyari followers, terus jualan, bukan. Cuman rasanya ngasih komentar random disana sedikit bikin kecanduan. Terus elu komentar apaan gaes? Oh iya, kurleb: A : Jadi, sumber ketenangan dari? *bertanya dengan serius B : Dari yang Maha Penyayang... A : Ridha dari Pemilik Langit dan Bumi . B : 👍👍👍 Eh, pagi ini langsung dikasih baca dari sumber segala sumber. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn . Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. At-Taubah : 72 .

The Prophet Bloodline

    Bisa jadi mereka mau cek ombak dengan dibukanya file itu, bahwa kita ternyata cuma bisa baca, tahu, bahas dan nggak bisa ngapa - ngapain akhirnya. Hei! Tunggu sebentar kawan. Argumen itu langsung terbantahkan dengan lewatnya stories feed teman saya, bisa jadi salah satu mentor awal di dunia digital marketing , suka khalwat , ziarah . Tidak perlu sebut nama, anda tahu siapa. Apa isinya? Bahwa tidak perlu khawatir, mereka boleh berencana. Tapi, Allah dengan kekasih-kekasih-Nya juga berencana. Bisa jadi ada dari mereka yang jadi Elit Global, Direksi Bank di Swiss, ataupun Tokoh Strategis di Militer yang siap ketika waktunya tiba. Ingat Pangeran Diponegoro , ingat Timur Lenk . Bisa mengguncang perusahaan dagang VOC , bahkan menguasai wilayah Asia Tengah. Terus kenapa judul post kali ini keminggris Ndri? Hmm, ini jadi membawa saya ke era dimana lagi asyik-asyiknya membaca dunia konspirasi . Jaman Kaskus , Karkun Channel, Wake Up Project, The Arrival dll jadi santapan sehari-har...

Perkongkowan Sabtu Minggu

Saya cukup lama follow akun @bapakID , lupa kapan tepatnya. Maklum ya pak. Post paling saya suka seputar tips dan rekomendasi, bahkan adalah saya beli sesuatu karenanya. Eh, ujuk - ujuk Istri nyeletuk, "Bang ikutan ini dah, biar kamu ada pergaulan". Lah, bukannya selama ini kita saling menggauli yak? Ya, akhirnya biar cepat dan doi senang, saya iyain aja lah.  Oh ya, background saya kerja di rumah sejak Lazada , Gojek dkk baru mulai dikenal. Udah gitu, tinggal di komplek pensiunan. Kebayang kan pak? Jadi sebenarnya nggak perlu surat ijin, auto approved lah buat ikutan. Batch Dua Eh kepilih, Persami batch Satu. Tapi karena tanggal bentrok ada acara keluar kota di tanggal yang sama. Saya minta kalau diperkenankan ikutan batch Dua. Dan terjadilah. Ternyata... Di Perkongkowan Sabtu Minggu ini saya banyak belajar, kenalan dan tentunya senang - senang. Acaranya banyak becanda khas bapak - bapak pada umumnya, tapi soal kepengurusan nggak ada obat. Apalagi hadiahnya! Ya walaupun n...

Perkara Bubur

V : Kita sarapan apa hari ini? A : Bubur ayam yang lewat rumah aja kali yak? 07.00 07.30 08.00 08.30 Kok nggak lewat - lewat nih tukang bubur? Apa lagi naik haji? Sering ngalamin kejadian seperti ini? Bisa terjadi juga ketika nungguin tukang bakso, nasi goreng sampai nunggu keajaiban. Halah. Dan plot twistnya adalah, besoknya kami, saya dan istri sepakat sarapan yang lain. Ketika mau makan, si tukang bubur pun lewat. Bah! Yang kita inginkan tak selalu yang kita butuhkan, iya lagi iya lagi. Jadi, memang kita boleh berancana. Tukang bubur jualannya suka - suka dia.    

Warna

  Diwarnai dan mewarnai. Itu kesimpulan kami, saya dan istri. Ketika selesai melihat beberapa vlogger diaspora Indonesia di luar negeri. Terutama yang sudah menikah, terlihat jelas sekali dengan melihat keadaan anak - anaknya. Eh, Ndri.. wait. Ini bahas apaan sih? Ini bahas lukisan kan? Pelukis kan? Bukan, ini lebih dalam dari itu semua. *Aseeeek “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah ; kedua orang tuanyalah yang menjadikannya penganut agama Yahudi , atau Nasrani, atau Majusi .'' Hadits Riwayat Abu Hurairah , Shahih Muslim . Kan, kata gue juga apa, rada berat kan? Namanya juga kedalaman. Haha. Jadi, tahu soal diri sendiri sebelum mewarnai atau diwarnai jelas perkara yang wajib dilakukan bukan? Dan bisa dilakukan, jika.. Hening, tenang dan tentu saja itu ada dalam kesendirian. Dalam jeda diantara banyaknya distraksi dan riuhnya dunia. Baik dari yang nyata apalagi yang maya. Hei! Selamat datang!