Langsung ke konten utama

Postingan

Love, fear and hope..

Begitu banyak salah dan khilaf..  Dan jangan sampai menjadi gelap..  Gelap kegelapan yang menggelapkan..  Semoga kalah dengan cahaya keyakinan yang mencerahkan..  Takut, cinta dan mengharapkan pengampunan..  Tidak akan pernah berharga..  Sangat tidak berharga..  Hidup tanpa arah..  Dua warisan!  Dua warisan!  Tidak akan sesat selamanya..  Selama-lama lamanya..

Tafsir Ulang!

"Shalat ditinggalin, Dzikir dilakuin.. apa-apaan itu,"Ibuku.

Masjid VI

Pihak I : Mau kemana? Pihak II : Biasa, maen.. Pihak III : Maen kok ke Masjid, maen itu ke Harapan Indah ..

Mind Attack

"Sakit.. terasa sampai tenggorokan. Terasa sesak, kenapa begitu sakit hanya karena sebuah kalimat?,"Pesan pendek seorang teman. Karena engkau sendiri yang membiarkan kalimat itu menjadi perintah 'sakit' di dalam pikiran, kemudian hati akan merasakan... "Tanpa disadari, terkadang sebuah kalimat bisa berubah menjadi ribuan jarum yang mematikan,"Balasnya kemudian. Yaa begitulah rangkaian kata-kata, tafsir tentangnya tergantung kita.. Tergantung informasi yang telah tertanam di alam bawah sadar, misalnya : Anjing Loe! Itu kata-kata kasar! tapi coba katakan itu kepada seseorang yang tidak mendapatkan informasi bahwa itu kata-kata kasar, coba juga kepada seseorang yang telah tumbuh kebijakkannya... Dia tidak akan marah. ( Gue bukan Anjing :P ) Just my opinion, and you?..

Anonymous II

"Bener atau nggak, kalau di dunia perasaan itu menjadi abstrak," Anonymous. Siapa dia? aku sendiri teman.. :D Bener nggak yaa kata-kata itu? kata-kata itu ada begitu saja ketika chat dengan seorang teman. Akal tidak dapat begitu saja menerima kebenaran jika tidak sesuai logika. Perasaan apalagi, disanalah tempatnya menduga-duga, iman atau keyakinan kepada nilai tertinggilah yang dapat menjawab semuanya. Itu pendapatku, apa pendapatmu? O_o

Deklarasi

Ketahuilah : Hawa, kami Adam lebih mengandalkan logika daripada perasaan.. Dan bukan berarti juga kami tidak berperasaan.. Hawa, kami tahu kalian lebih mengikuti perasaan daripada logika.. Dan bukan berarti juga kalian menyampahkan logika.. Kita berbeda, tentu saja.. Berbeda sebagai pelengkap..