Sejatinya makan ya untuk kenyang, itu kenapa obat nafsu makan paling manjur ya rasa lapar.
Tapi kok ya ada saja pihak yang nyari makan nggak nyari kenyang. Nyari pengalaman, nyari rasa. Fine Dining itu salah satunya, sudah porsinya sedikit, mahal pulak harganya, bah!
Tapi masih untunglah, karena menu yang disajikan kadang ada belasan. Nggak rugi - rugi amat lah, haha.
Eh, kok jadi detail. Tapi inti tulisan ini memang bukan tentang fine dining itu sih.
Lebih ke rasa penasaran, ketika semua kebutuhan duniawi sudah tercukupi. Maka manusia akan menjadi lebih detail, lebih absurd mencari, explorasi ke hal - hal yang di luar nuklir.
Itu kenapa orang - orang terdahulu dari jaman keemasan Abbasiyah, lebih detail terhadap soal - soal, masalah - masalah yang kadang receh menurut orang sekarang. Tapi setelah ditelaah, kok ya benar juga yak. Bahkan bisa dipakai sampai sekarang. Contohnya?
Hah, buanyak. Bacalah inovasi algoritma dari Al Khawarizmi sampai masalah psikologi hikmah lewat cerita jenaka, tapi benar juga oleh Abu Nawas.
Lah, kok tulisan ini jadi ilmiah. Padahal kan cuma mau tanya, rekomendasi restoran fine dining saja.
Sejauh ini cuma ada satu saja soalnya, Namaaz Fine Dining, eh fun dining tagline-nyah.
😌
Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

Komentar
Posting Komentar