Saya telah menjadi Agnostik dan meninggalkan Islam sejak dua ribu dua tiga. Sebuah utas yang menarik perhatian saya, apalagi sampai di pin segala di halaman profilnya. Saya kan jadi menebak - nebak dalam pikiran, itu anak muda kenapa ya? Apa ada trauma sama agama atau pemeluk agama, ada ini, ada itu. Apa sudah digrooming elit global sejak lama? Dan lain sebagainya. Well, minimal saya jadi resah dan jadi bahan update tulisan mingguan. Eh, nggak lama saya nemu counter-nya di feed, saya kutip langsung karena suka diksinya. Ini utas pembukanya : MUKJIZAT ADALAH ILMU YANG LONCAT TIMELINE Kenapa Akal 2026 Tidak Bisa Menilai Mukjizat 1400 Tahun Lalu Ada 2 jenis orang yang meninggalkan agama. Jenis pertama karena syahwat. Jenis kedua lebih menyakitkan: karena "rasional". Dia bilang: "Maaf, membelah laut , naik ke langit , menghidupkan orang mati itu tidak masuk akal. Jadi saya tidak percaya." Masalahnya bukan pada mukjizat. Masalahnya pada penggaris yang dia pakai untuk...
Personal Blog of Andrie Whe
entahlah
BalasHapusKebanyakan orang yang dihina itu selalu mengalah
BalasHapusdan ane ingat perkataan temen ane:
"Mengalah itu bukanlah kalah, mengalah itu adalah memberikan 'kesempatan menang' kita kepada si pemenang tersebut. Jadi buat apa dia senang jika kata 'menang' itu dia dapat karena seseorang yang memberikannya"
Menurut ane kata mulia didapat oleh si 'dihina' jika memang dia mengalah karena mengetahui maksud dari kata mengalah tersebut dan tau dimana saat harus melawan.
Shan_shan : Up to you ^^b
BalasHapusMuhammad : Sependapat, walau yang dihina memang pantas dihina..
tapi lebih hina lagi, yang menghina karena tidak bisa menjaga lisan untuk menghina..