Langsung ke konten utama

Antara Yang Menghina Dan Yang Dihina







Siapa yang lebih mulia?
Yang menghina atau yang dihina?

Komentar

  1. Kebanyakan orang yang dihina itu selalu mengalah

    dan ane ingat perkataan temen ane:
    "Mengalah itu bukanlah kalah, mengalah itu adalah memberikan 'kesempatan menang' kita kepada si pemenang tersebut. Jadi buat apa dia senang jika kata 'menang' itu dia dapat karena seseorang yang memberikannya"

    Menurut ane kata mulia didapat oleh si 'dihina' jika memang dia mengalah karena mengetahui maksud dari kata mengalah tersebut dan tau dimana saat harus melawan.

    BalasHapus
  2. Shan_shan : Up to you ^^b

    Muhammad : Sependapat, walau yang dihina memang pantas dihina..
    tapi lebih hina lagi, yang menghina karena tidak bisa menjaga lisan untuk menghina..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

29 Night

Wahai penguasa hati.. Ampunan - Mu.. Wahai penguasa hati.. Mohon rahmat - Mu.. Kemana lari? Kemana kembali? Jika bukan pada - Mu? Jika bukan pada cahaya dari - Mu.. Wahai penguasa hati.. Ampunan - Mu.. Wahai penguasa hati.. Mohon rahmat - Mu.. Image by : Thomas Schattan

Aku Akan Selalu Ada Untukmu..

Janganlah bersedih, apa pun yang terjadi.. Aku akan selalu ada untukmu.. Dimana kau membutuhkan.. Aku akan selalu ada untukmu Dimana kau ingin menumpahkan semuanya..  Aku akan selalu ada untukmu.. Karena Aku penciptamu.. Batinku mereka-reka kira-kira apa yang Dia katakan ketika tidak ada lagi yang peduli dan mengasingkan keberadaanku..

Antara Ibuku, Marketplace dan Bakso

Malam minggu ini ngapain Ndrie? Memangnya ada yang spesial yaa? Kegiatan mainstream? Untuk saya sendiri tidak ada yang spesial, kecuali apa yang akan diceritakan dari judul diatas. Oh begitu, dasar Jones ! Memangnya Ibumu kenapa? Apa hubungannya dengan marketplace? Dan bakso? ... Tidak ada benang merahnya sama sekali. Ok -_- Marketplace   Ya seperti biasanya, di sore hari menjelang maghrib saya sedang mengerjakan kebiasaan. Posting, riset blog dan lain-lain. Dan... Ibuku : Le, buka Tokopedia dong. Mama mau liat-liat. Saya : Beneran liat-liat? -_- Ibuku : Iyaa.. Dan akhirnya saya tinggal Ibu saya untuk persiapan shalat Maghrib. Terus...  30 Menit kemudian... Ibuku : Le, gamis yang ini cocok nih.. udah ada jilbab dan warnanya mama suka. Saya : Terus? Ibuku : Beliin lah.. Saya : Lah... katanya cuma liat-liat :3 Ibuku : Yaelah.... Saya : Ok -_- Dan apa yang terjadi, terjadilah! Saya konfirmasi ke seller ukuran, setelah ada.. transfer, done.