Langsung ke konten utama

Postingan

Interview & 17 Agustus

Siang itu sekitar jam 10 pagi. Oh iya, jangan langsung ke intinya. (biar tulisan ini panjang sedikit) Ceritanya saya sedang mencari seseorang yang bisa membantu saya, belajar bersama tentang mesin pencari Google. Setelah menjelaskan ini itu, tentang job desk dan lainnya. Q: Ok, ada yang mau ditanyakan? A: Tidak pak, cukup. Q: Baik, hari senin sudah bisa masuk. Selesai. Eh, beberapa jam kemudian seseorang ini chat yang intinya dia tidak diperbolehkan keluarganya belajar bersama saya. Agak kecewa sebenarnya, tapi ya sudahlah.. Hari berlalu. 17 Agustus Jadi apa hubungannya cerita ini dengan 17 Agustus? Ada! Lho? Sore itu saya meeting bersama membahas perkembangan, strategi bisnis dan lainnya sampai terjadilah percakapan ini. Q: Ndri, udah dapat orangnya? A: Udah, tapi nggak boleh sama keluarganya. Q: Lah, kenapa? A: Kurang tahu, padahal udah gue suruh mulai hari senin depan. Q: Lah, pantes. A: Kenapa emangnya? Q: Hari senin libur, 17 Agustus. A: Haa...

1,3 Megapixel

Resolusi 1,3 Megapixel.. Aku ingin engkau melihat apa terlihat.. Resolusi 1,3 Megapixel.. Telah menjadi saksi kecil pengabadian penglihat.. Resolusi 1,3 Megapixel.. Ah, andai saja Resolusi Retinapixel.. Mahasuci Engkau..

Bekal

Tamu agung itu telah pergi.. Meninggalkan banyak pelajaran dan hikmah.. Melawan diri sendiri.. Bekal dalam perjalanan antimainstream.. Menjadi asing dan terasing.. Sendiri.. Image by : Siddharth Setia

Malam Suci

Para pecinta itu terdiam.. Wajah berkaca-kaca.. Entah rasa apa yang harus mereka terjemah.. Sedihkah?.. Bahagiakah?..   Tamu agung itu hendak pergi.. Dan, sang pecinta hanya bisa berharap kepada Tuannya agar bisa dipertemukan kembali..   Image by : Olinn Thorisson

Doa

Aku berdoa bukan karena ingin Dia tahu kebutuhanku.. Aku berdoa karena aku membutuhkannya, karena aku hamba-Nya.. Image by : Andrie Whe

The School of Life

Setelah basa-basi membahas suatu topik.. Q : Nama bapak? A : Oh saya, ..... ( sambil menyebutkan nama ). Anda? Q : Saya, Andrie Pak.. A : Sekarang masih kuliah atau sudah kerja? Q : Nggak dua-duanya, jualan pak.. jualan online.. A : Oh iyaa? Apa saja? Q : Ada ini, itu ... ( sambil menyebutkan beberapa ). Alhamdulillah.. A : Wah!.. dulu memang kuliah dimana? Q : Oh.. hmmm.. pendidikan formal saya hanya sampai Tsanawiyah.. A : Oh, kalau anak saya kuliah di ( sambil menyebutkan nama Universitas ).. padahal lulusan dari pesantren, malah nerusin kuliah di Universitas Negeri, minatnya seperti mas Andrie sepertinya.. Q : Wah! kalau ketemu saya klop itu! Hahaha :D Karena belajar itu bisa dimana-mana dan dengan siapa saja. Image by : David Charouz

Sejarah Hati

Raga sakit, bisa dicari obatnya.. Hati sakit, engkau akan kemana? Yang satu, jelas wujudnya.. Yang kedua, abstrak tak terlihat.. Terlalu banyak sejarah.. Terlalu banyak darah.. Image by : Daniel Troy

Untitled

Hai Hati.. Maaf telah mengabaikanmu terlalu lama.. Image by : Kouichi Chiba

Kelak

Perjalanan ini sunyi.. Baik itu awal atau akhirnya.. Jadi biasa saja..   Ikatan janji.. Sudah terikrar sebelumnya.. Jadi tabah dan kuatlah..  Perankan posisi.. Masa penilaian terus berjalan.. Jadi dirimu sebenarnya..   Tidak ada ikatan suci dua hati.. Tanpa ikatan-Nya.. Maka percayalah.. Dan.. Perjalanan ini memang sunyi.. Baik itu awal atau akhirnya.. Jadi biasa saja.. Image by : Dusica Paripovic

Antara Ibuku, Marketplace dan Bakso

Malam minggu ini ngapain Ndrie? Memangnya ada yang spesial yaa? Kegiatan mainstream? Untuk saya sendiri tidak ada yang spesial, kecuali apa yang akan diceritakan dari judul diatas. Oh begitu, dasar Jones ! Memangnya Ibumu kenapa? Apa hubungannya dengan marketplace? Dan bakso? ... Tidak ada benang merahnya sama sekali. Ok -_- Marketplace   Ya seperti biasanya, di sore hari menjelang maghrib saya sedang mengerjakan kebiasaan. Posting, riset blog dan lain-lain. Dan... Ibuku : Le, buka Tokopedia dong. Mama mau liat-liat. Saya : Beneran liat-liat? -_- Ibuku : Iyaa.. Dan akhirnya saya tinggal Ibu saya untuk persiapan shalat Maghrib. Terus...  30 Menit kemudian... Ibuku : Le, gamis yang ini cocok nih.. udah ada jilbab dan warnanya mama suka. Saya : Terus? Ibuku : Beliin lah.. Saya : Lah... katanya cuma liat-liat :3 Ibuku : Yaelah.... Saya : Ok -_- Dan apa yang terjadi, terjadilah! Saya konfirmasi ke seller ukuran, setelah ada.. transfe...

Niat & Prioritas

  Hari minggu kemarin adalah hari istimewa. Saya bertemu lagi dengan orang-orang luar biasa di satu tempat, Silaturahim para alumni dimana saya menimba ilmu dan belajar banyak hal. Dan kali ini saya ingin mengabadikan obrolan-obrolan yang terjadi di dalamnya dan yang penting - penting saja . Langsung saja.... Niat Kalau anda dalam berbisnis grafiknya naik turun, itu pertanda anda harus menengok lagi niat apa ketika anda memulainya. Kalau naik, itu pertanda niat anda sedang dijawab-Nya. Kalau turun, itu pertanda anda sudah mengabaikan niat semula anda berbisnis dan bisa jadi Dia sedang mengambil-Nya kembali. Sampai anda sadar telah lalai. Kalau tetap, itu pertanda anda sudah merasa cukup karena semua kebutuhan atau keinginan terpenuhi. Dan anda harus memeriksa dan memiliki niat yang lebih besar, tentu dengan tujuan mulia. Prioritas   Tentang prioritas adalah tanggung jawab yang anda harus ambil, dan kembali urutannya ada dalam firman-Nya.. “Mereka b...

Ayam Bakar, Mainstream Malam Minggu

Malam ini entah kenapa saya ingin makan malam dengan ayam bakar, dan jadilah. Berhubung Emak dan Bapak saya ada keperluan pergi dari pagi sampai siang, jadi hari ini tidak ada lauk yang dimasak. So, sehabis shalat Isya saya dari masjid langsung ke warung pecel lele dan lain-lain termasuk ayam bakar dengan masih memakai kemeja dan sarung. Selesai memesan, sambil menunggu si om penjual iseng bertanya, Om penjual : Nggak malam mingguan mas? Saya : Nggak.. Om penjual : Sudah punya istri yaa? Saya : Nggak.. Om penjual : jomblo yaa?   *bukan kejadian sebenarnya Sudah itu saja sih ceritanya, kebiasaan mainstream saja. Image by : eric urquhart