Langsung ke konten utama

Sarungan Sampai di Negeri Tetangga





Tepat satu tahun yang lalu di acara tahunan Nasional Bootcamp, hari ini mulai mengenakan sarung, celana sarung tepatnya sebagai identitas. Bukan untuk personal branding (nggo opo?) apalagi buat dibilang eksis, jauh banget.

Di malam 21 Oktober 2015 kiriman sarung dari sahabat saya Gus Sholah, sampai di Hotel tempat menginap. Rencananya sih, saya pakai besok waktu acara. Males pakai celana kain, setelah berabad lamanya pensiun pakai celana jeans. Dan males juga bawa banyak pakaian ke Solo dari Bekasi.

Alasannya pakai celana sarung, simple.

1. Mudah nyucinya.
2. Bisa melar menyesuaikan lingkar perut.

Wes, ngono thok!

Lah, tapi malah keblabasan sampai sekarang.. hahaha. Ada lagi sih, ternyata di tanggal 22 Oktober adalah HARI SANTRI NASIONAL! Tambah klop kan ideologi bersarungnya!

Sampai akhirnya beginilah, bisa di tonton sendiri.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Plan G

Bukan apa, siapa dan bagaimana.. Ini tentang keteraturan rencana.. Cahaya dalam pekat semak belukar.. Ini tentang fase lahir, hidup, mati dan pulang.. Dengan siapa mengisi hidup dan kehidupan tidak perlu dirisaukan.. Ini tentang waktu kapan akan dipertemukan.. Bersabar bersyukur dalam kesakitan.. Kesakitan yang tak lebih dari penempaan.. Izinkanlah sudut pandang dirubah menatap ke depan.. Bukan menangisi kejadian yang telah lalu di belakang.. Eastearth.

Merak.. ( Dedicate to Wahyu Sulaiman Rendra )

pagi ini, 7 agustus 2009.. burung merak itu meninggalkan sarang.. bukan terbang sementara.. terbang menuju keabadiaan.. meninggalkan begitu banyak kata, sajak dan bait puisi, yang penuh nilai.. akankah datang pengganti? pangganti yang menelurkan kata, sajak dan bait puisi sarat makna dan nilai sepertinya.. selamat jalan, terbang menuju langit yang maha tinggi.. kami akan bertemu denganmu kelak, nanti.. semoga dirimu, ruhmu berdamai dan cukup dengan keyakinan yang kau pilih.. selamat jalan.. Dibuat tepat ketika mendengar kabar kepergiannya. Eastearth, 070809.

Aku Akan Selalu Ada Untukmu..

Janganlah bersedih, apa pun yang terjadi.. Aku akan selalu ada untukmu.. Dimana kau membutuhkan.. Aku akan selalu ada untukmu Dimana kau ingin menumpahkan semuanya..  Aku akan selalu ada untukmu.. Karena Aku penciptamu.. Batinku mereka-reka kira-kira apa yang Dia katakan ketika tidak ada lagi yang peduli dan mengasingkan keberadaanku..