Skip to main content

Sekat



Hawa..
Antaraku antaramu ada sekat..
Sekat tak terlihat yang terlihat retak..
Retak karena fitnah zaman..
Yaa, hancur karena fitnah akhir zaman..
Dan aku ingin memperbaikinya..

Bukan dengan kata-kata..
Dengan tindakan nyata..
Bukan dengan retorika..
Dengan tetap teguh pada pendirian..
Dengan sikap keseharian..

Agar sekat yang hancur itu kembali rekonstruksi..
Agar sekat yang retak itu kembali kokoh berdiri..
Dan mempunyai gerbang pintu..
Dan terbuka ketika engkau dan aku menyatu..
Dalam ikatan suci..
Dalam ikatan putih..

Comments

  1. Semoga setelah rekonstruksinya selesai, tidak ada lagi fitnah zaman yang mengembalikannya ke masa lampau. :)

    ReplyDelete

Post a Comment