Langsung ke konten utama

Dan Akhirnya Aku Tersadar


Ketika menulusuri millatfacebook saya
menemukan artikel yang cukup
menarik perhatian mengenai
pergaulan masa kini. Artikel
itu bercerita tentang seorang
wanita korban dari sekian
banyak korban pacaran, dan
dampak bagi kehidupannya.
Untuk lebih jelasnya, yuk kita terusin bacanya,,,
dan maaf jika artikel ini
repost... Karena tidak ada niat
lain, melainkan untuk saling
mengingatkan bagi kita semua
untuk saling menjaga...


“Aku mengirimkan surat ini
kepadamu karena aku merasa
surat ini pantasuntuk disebar
luaskan, sebab surat ini
menjelaskan sampai sejauh
mana bencana yang menimpa
sebagian gadis di bawah
slogan emansipasi dan
pacaran!!! Akan tetapi yang
menjadikan kita semakin
bersedih adalah kejadian ini di
dengar dan di saksikan oleh
para walinya. Aku tuliskan
surat ini agar menjadi
pelajaran bagi kaum laki-laki
sebelum wanita, agar kaum
laki-laki menjaga keluarga
wanita mereka dan anak gadis
mereka, agar tidak
kehilangan harga diri dan
terjatuh kedalam perangkap
syaitan. Korban ini, yang Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
selamatkan sebelum terjatuh
kedalam jurang yang tak
berdasar namanya F.A.Q, dia
berkata: “Aku dulu hidup
dengan penuh kebebasan,
sampai-sampai aku memiliki
hubungan dengan para
pemuda tetangga, dan aku
membujuk mereka untuk
berbicara denganku dan aku
berlemah lembut kepada
mereka. Sungguh aku (waktu
itu) sangat tidak punya rasa
malu, aku menggunakan
telephon untuk berhubungan
dengan mereka. Sampai suatu
saat ada seorang pemuda
yang ketika melihatku
langsung berkeinginan untuk
melamarku. Akan tetapi
ketika dia mendengarkan
cerita tentang diriku sering
disebut-sebut oleh pemuda
lingkunganku, dia berpaling
dariku dan memilih untuk
menikah dengan adikku.
Aku tidak sholat dan juga
tidak menjalankan sedikitpun
ajaran agama. Pada suatu hari
mobilu macet di tengah jalan,
maka aku melambai-
lambaikan tanganku dengan
harapan agar ada mobil yang
sudi untuk berhenti dan
membantuku, aku lakukan hal
ini beberapa lamanya.
Walaupun banyak pemuda
yang berhenti dan turun,
tetapi hanya untuk menikmati
senyum dan memandangi
tubuhku yang mirip telanjang.
Di saat itu … ada sebuah mobil
yang berhenti dan turunlah
seorang pemuda yang biasa-
biasa saja, tidak nampak
padanya tanda-tanda orang
yang beragama. Aku sangat
terperanjat ketika dia tidak
mau memandangiku dan hanya
bekerja keras dan serius
dalam membenahi mobilku.
Aku sangat keheranan karena
dia tidak tergoda olehku dan
juga tidak berusaha untuk
merayuku sebagaimana
dilakukan oleh para pemuda
lainnya!? Maka aku berusaha
untuk merayunya dan akupun
tersenyum manis
dihadapannya. Akan tetapi dia
tetap tidak mau
membalasnya. Dan ketika dia
telah menyelesaikan
pekerjaannya dan selesai dari
memperbaiki mabilku, dia
berkata kepadaku: ’Semoga
Allah melindungimu, dan
hendaknya engkau menutup
dirimu ’. Kemudian dia pergi
meninggalkan aku dalam
keadaan terheran-heran
melihatnya.

Akupun bertanya-
tanya pada diriku: Apa yang
menyebabkan seorang
pemuda belia yang jiwa muda
dan kelelakiannya sedang
memuncak tidak terfitnah
denganku, bahkan dia
menasehatiku agar aku
menutup diriku?!
Di sepanjang
jalan aku bertanya-tanya:
Kekuatan apa yang menahan
pemuda itu? Akupun terus
memikirkan perkataannya
kepadaku, apakah aku dalam
kebenaran? Ataukah aku
sedang meniti jalan
kebinasaan? Aku tidak henti-
hentinya keheranan, sampai
akhirnya aku tiba dirumah,
dan kebetulan pada hari itu
tidak ada seorangpun yang
dirumah.
Dan ketika aku masuk rumah,
tidak berapa lama datanglah
suami adikku yang dulu
hendak menikahiku, lantas
diapun bercanda denganku …
Sebagaimana kebiasaanku,
akupun meladeninya dengan
lirikan dan kata-kata yang
manis, sampai-sampai dia
berusaha untuk menodaiku.
Saat itulah aku tersadar, dan
aku merasakan betapa
hinanya diriku. Perasaan yang
tidak pernah aku merasakan
sebelumnya, akupun
menangis. Aku berhasil lolos
dari srigala ini dalam keadaan
selamat badanku, akan tetapi
jiwaku sakit. Aku tidak tahu
apa yang harus aku lakukan?
Dan apa penghujung jalan
yang sedang aku tempuh …?

Akupun berusaha untuk
mencari pelarian dari jiwaku
yang gundah … Aku tidak
mendapatkan sesuatu yang
dapat melupakanku dari
kejadian tersebut pada film-
film, lagu-lagu, atau kisah-
kisah.Sehingga aku jatuh sakit
beberapa minggu, kemudian
aku berkenalan dengan
beberapa wanita yang taat
beragama, dan salah seorang
dari mereka menasehatkan
kepadaku agar aku
melaksanakan sholat.

Sungguh mengherankan,
ketika pertama kali aku
melakukan sholat, aku
merasakan adanya
ketenangan yang belum
pernah aku rasakan
sebelumnya. Maka akupun
rajin melaksanakan sholat dan
menghadiri ceramah,
membaca Al-Qur ’an dan
akupun mengenakan hijab
(busana muslimah) yang
syar ’iy.Sampai-sampai pada
suatu hari keluargaku
keheranan ketika melihatku
sedang sholat. Semenjak
itulah aku meniti jalan yang
benar dan berdakwah di jalan
Allah, akupun meninggalkan
jalan kesesatan.Sekarang aku
memiliki jadwal ceramah
tentang hakikat taubat,
keutamaan Allah Azza wa
Jalla dan kemurahan-Nya
terhadap segenap hamba-Nya
dengan memudahkan jalan
hidayah untuk mereka …

Segala puji hanya milik Allah
yang dengan nikmat-Nya hal-
hal kebaikan dapat
terlaksana …”.


Komentar

7 Hari Dilihat

Top Rangking 1 Google, Penting?

Top Rangking 1 Google , Penting? Entahlah, tapi akhir-akhir jadi penting ternyata. Kenapa? Gara-gara sebuah thread disalah satu forum IM yang bikin heboh :D Entah siapa yang memulai, pihak mana yang dirugikan atau malah diuntungkan dan akhirnya saya pun ikut-ikutan. Penting nggak sih jadi Top Rangking 1 Google? Top Rangking 1 Google, Keknya Penting! Kalau anda punya Toko Online, itu adalah hal mutlak! Tampil di halaman pertama Google adalah suatu keharusan karena dari situlah pengunjung akan mengetahui apa yang anda jual, dan ini harus tertarget!  Anda perlu Tim SEO ( Search Engine Optimization ) atau setidaknya anda menyewa jasa SEO khusus untuk keperluan Toko Online Tersebut, selengkapnya tentang SEO bisa dibaca disini . Dan Kecuali kalau anda adalah Blogger Independent, penting tidaknya tampil di halaman satu di Google bukanlah suatu keharusan, kenapa? Karena saya punya fans pembaca yang setia mampir di blog sederhana ini! hahaha :D Mencari N...

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

BTA

Kalau ada satu mata pelajaran di Sekolah Dasar yang membuat saya keluar keringat dingin tiap sesinya, sudah pasti ya mata pelajaran agama Islam. Matematika mah, biasa. Biasa dicubit minimal. Haha. Bukan soal sejarah, kisah Nabi-nabi . Kalau itu dengan bangga banyak yang nyontek saya. Tapi kalau soal baca tulis Al-Qur'an (BTA), itu momok mengerikan buat saya kala itu, nulis masih mendinglah, tapi kalau soal baca. Byuuuuh! Jangan ditanya. Siang itu dengan harap cemas saya sudah menghitung dari deret sebelah kanan ke kiri, giliran ayat mana yang akan saya baca dari surat Al Bayinnah . Setelah berhitung, ternyata saya dapat jatah baca ayat nomer empat, teman sebangku dapat nomer tiga. Perlu diketahui, ayat tiga itu cukup pendek. Mudah dihafal, beda dengan ayat nomer empat. Setengah mampus saya ngerayu teman sebangku itu buat tuker bangku, tapi memang tidak tahu diuntung itu mahluk. Wkwkwk Padahal dia itu jago bacanya, sorenya setelah sekolah selesai ikut TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur...

Di Balik Konspirasi

Memohon perlindungan dari fitnah darinya.. Di setiap akhir sujud sembah.. Tapi bagaimana? Paranoid, asing, aneh, kuno bla bla bla.. Alergi, phobia bla bla bla.. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:  “Sudahkah aku ceritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada kaumnya.”

Nggak Subuhan

Pekan ketiga, subuh. Itulah salah satu pagi di setiap bulan yang lumayan saya nantikan. Kenapa? Karena ada kajian tafsir dari seorang Ustadz yang entah kenapa saya cocok dengan pembawaannya. Apalagi nggak perlu jauh-jauh, ada di Masjid dekat rumah. Tafsirnya mulai dari surat - surat pendek , mulai dari kenapa surat itu turun, bahasanya dan ini yang paling kena, hikmahnya. Ada beberapa update di blog ini yang inspirasinya dari duduk mendengarkan kajiannya. Tapi ya, namanya ingin kan nggak selalu harus. Takdirnya tepat di hari H saya tidak bisa shalat di Masjid. Lha? Iya, Allah kasih saya bisul di atas mata kaki kanan yang lumayan guede, bikin puegel, kenceng bet kaki, sudah begitu pecah. Jadi jalan aja, teng! Ke ubun-ubun, Nikmatnya ya Allah! *Hahaha hiks. Shalat jadi gaya duduk, karena kalau berdiri teng - teng - teng ituh kagak nahan. Sudah duduk pun, ketarik kan? Iya, nggak usah dibayangkan. Tapi ya namanya shalat-kan wajib dilaksanakan, apapun kondisinya, yekan? Zakat bisa gugu...

Point of View

Ketika Anda gagal jadi orang sukses , sebenarnya Anda sudah sukses jadi orang gagal . Ingat, ini cuma soal merubah sudut pandang saja. Kalau merasa sukses, ingat masih ada yang lebih sukses. Kalau merasa gagal, ingat juga masih ada yang lebih gagal. Ingat, lagi - lagi cuma soal merubah sudut pandang saja. Jadi, hiduplah biasa saja, tidak perlu jumawa ataupun merasa paling nelangsa. Terus bergerak , jangan berharap pada negara. Namanya juga, hidup di dunia cuma sementara.. Akhirat selama - lamanya .. Orang kaya mati, orang miskin mati.. Raja - raja mati, orang biasa mati.. Lah, kok malah nyanyi.

Nazarku, Tunai!

Google Adsense Luminate Pokoknya berapa pun nanti uang pertama hasil dari belajar Internet Marketing harus disedekahkan, titik! Yaa, kata-kata itulah yang pernah saya ucapkan... dan Alhamdulillah sekarang sudah terlaksana :) Bagaimana ceritanya? Mau tahu? Tidak? Bodo Amat!.. Ah tetap akan saya tulis :D Permulaan.. Saya mengenal Internet Marketing (selanjutnya saya sebut IM) bermula dari hobi ngeblog, blog walking sana-sini, nulis apa saja di blog pribadi ini. Kebetulan dulu banyak waktu luang karena basicnya operator War-Net, otomatis banyak mengembara di Belantara Google, sekarang juga masih sih :D.. Selanjutnya.. Setelah tahu apa itu IM, untuk lebih fokus saya putuskan Sign Out jadi operator War-Net, beli Netbook + Modem dan mulai 'bertapa'.. :3 kebetulan di rumah buka Konter Pulsa dari sebelum kerja di War-Net, sebenarnya saya jadi operator itu ada tujuannya supaya tahu apa itu komputer dan tahu apa itu Internet (Maklum GAPTEK :D). Jadi soal keuangan...