Agama tanpa ilmu, seperti ruh tanpa tubuh.. Ilmu tanpa agama, seperti tubuh tanpa ruh.. Ibuku.. _____________________________________ Image by : Stephen McNally
Perjalanan ini mulai.. Nikmat proses pembentukan nilai Bolehlah Chairil Anwar bersajak.. Sekali berarti, setelah itu mati.. Dan boleh juga kiranya, sajak itu bersajak.. Berkali-kali berarti, setelah itu mati kemudian dihidupkan kembali ______________________________ Images by : Tim Bilman
Ada tanya.. Kapan diri meminang bidadari Tunggu, aku dan dia tengah memantaskan diri.. Ada goda.. Hendak runtuhkan sekat-sekat penjaga Tidak, aku tak mau menghianati-Nya.. Ada doa.. Semoga disegerakan masa berbuka Syukur, harap dan ikhtiarku juga senada.. Ada canda.. Satukan dukungan Tawarkan kemudahan Sabar, rencana indah-Nya tak ku ragukan.. Image by : Elena Shumilova
Merasa dan perasa.. Jadi rasa yang mana? Dirasa-rasa tidak ada.. Ini bukan picisan rasa biasa.. Datar saja tapi yakin rasanya.. Lebih tinggi, megah, raksasa.. Abstrak tapi terasa.. Tidak nampak tapi yakin begitu rupa.. Oh, inikah rasanya.. Image by : Chetan Pancal
Haruskah resah gelisah atau malah bahagia yang bertambah-tambah? Hari depan itu akan segera tiba, cepat dan lambat itu cuma soal persepsi belaka yang berbeda-beda.. Dan pasti tiba.. Haruskah resah gelisah atau bahagia yang bertambah-tambah? Hari depan itu milik pihak yang yakin, meski kesusahan menghimpit.. Ia tidak mutlak absolut, bergiliran.. Kesusahan disana, kemudahan disini.. Yakin atau tidak yakin.. Bahagia atau tidak bahagia.. Harus salah satunya, tidak boleh di tengah-tengah.. _______________
Sengaja.. Aku menyusup dalam perjalanan Turut memberi warna dalam terjemah rasa Inginkan langitmu tetap bercahaya Sengaja.. Aku menghujanimu dengan tanya Agar diri makin peka Mampukan diri memilah rasa Sengaja.. Menyapa Meminta Memaksa Sengaja.. Aku menyusup dalam perjalanan Turut memberi warna dalam terjemah rasa Inginkan langitmu tetap bercahaya Sengaja.. Aku menghujanimu dengan tanya Agar diri makin peka Mampukan diri memilah rasa Sengaja.. Menyapa Meminta Memaksa
Nampaknya pelukismu enggan membiarkanku turut memberi warna dalam goresan-goresannya.. Ia juga tak lagi bertanya padaku tentang tema.. Dan rasaku tak pernah pula diterjemahkannya.. Langit .. Kulihat dia semakin bersemangat membangun mimpinya.. Semakin sibuk saja dia .. Dan taukah engkau wahai langit.., Aku kini tak pernah lagi disapanya.. Biarlah, asal aku tak dilupakannya saja.. Langit.. Kali ini usahlah memberi nilai seperti biasa.. Dengarkan celotehku saja.. Biar pelukismu yang mencernanya..
Aku tidak mau pekerjaan apa pun mengganggu waktu shalatku .. Adanya kata-kata itu membekas dan akhirnya menjadi kata yang menjadi kenyataan.. Beragam macam jenis pekerjaan pernah dillakukan.. Tapi tidak bisa juga bisa disebut sebagai pekerjaan.. Jadi assisten montir mobil , assisten tukang nasi goreng, assisten tukang cat, sampai jualan minuman ringan pinggir jalan.. Pernah juga melamar sebuah pekerjaan jadi karyawan dan mungkin akan menjadi satu-satunya lamaran.. Aku tidak mau pekerjaan apa pun mengganggu waktu shalatku.. Rupanya itu semua masih menggangu, kurang elegan dalam menjalankan.. Alhasil jadi penjaga warnet sebagai rentetan pengantar jalan.. Satu tahun adalah waktu yang harus dibayar untuk belajar mengembangkan kemampuan.. Menjadi pekerja bebas , menjadi kepala sampai ekor mengatur waktu dan kapan.. Aku tidak mau pekerjaan apa pun mengganggu waktu shalatku.. Mungkin ini ajang pamer kesolehan.. Tapi aku memandang dari sudut yang berlainan.. ...
Menyambung tali.. Rekatkan ikatan-ikatan.. Menyambung tali.. Hidupkan lagi sel persaudaraan.. Inilah temanya.. Inilah pembukanya.. Tentang pintu ajaib.. Dan tali menjadi kunci.. Ied Mubarak! _______________________
Aku ingin menulis untukmu.. Entah butuh atau acuh.. Aku ingin menulis untukmu.. Entah rancu atau seluruh.. Aku ingin menulis untukmu.. Sebagai pengikat kalbu.. Aku ingin menulis untukmu.. Sebagai saksi atas waktu.. Pengingat lupa.. Pelipur lara.. Pengabadian kata.. ______________________
Hulu ledak itu butuh pemicu, dan itu kamu.. Kata ini tertata, tidak rancu, dan itu kamu.. Peran telah dipergelarkan di panggung hidup, dan itu kamu.. Penilaian uji coba dipergilirkan demi waktu, dan itulah kamu.. Dan, siapa kamu? ____________________
Ketika ditanya cinta.. Ah, aku tidak sempurna mengenalnya.. Ketika ditanya cinta.. Ah, mungkin aku sudah mati rasa dalam cinta.. Ini bukan sajak cinta.. Untuk menjerat pencari cinta.. Ini bukan sajak cinta.. Untuk menculik hati yang haus cinta.. Bagaimana aku mau mencinta.. Kalau cahaya cinta pada-Nya belum paripurna.. Bagaimana aku mau mencinta.. Ah, kuserahkan cinta kepada Maha Cinta.. Ah, biar cinta yang datang adalah cinta karena-Nya.. ______________________