Langsung ke konten utama

Itikaf

 



Pengalaman saya pertama itikaf dimulai di Ramadhan 2013. Dan jujurly, sangat berkesan. Bisa dibilang sebagai titik balik kedua dalam hidup.
Dimulai dari saya yang sendirian, seorang jomblo waktu itu. Dikelilingi aki - aki selama sepuluh hari. Bisa kebayangkan ilmu, pengalaman apa saja yang saya dapatkan? Hehe.
Sejak itikaf, saya sudah tidak kebelet lagi harus pulang kampung, karena sebelum Ramadhan sudah pulang duluan.
Beli baju lebaran? Alhamdulillah, sebelum, di awal atau di tengah Ramadhan urusan itu sudah rampung sekalian.
Ditambah sekarang budaya kirim hampers, pasti sebelum itikaf sudah ditunaikan.
Yang belum dapat kiriman dari saya, berarti paketnya masih nyangkut di ekspedisi, tungguin ya
 

Itikaf itu menyepi, mendekati pemilik langit dan bumi.
Jadi, kalau Engkau adalah laut. Apakah aku masih butuh air?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaos Oblong, Celana Sarung dan Sandal Swallow

  Masih pengen bahas tentang outfit. Tapi timeskip sebelum saya menikah. Seperti terlihat di gambar. Kurang lebih seperti itu outfit saya kemana - mana sejak Oktober 2015. Eh, kalau yang itu sudah resmi pacarannya ya. Entah kenapa istri saya ya kok mau saja ya ngeliat calon imannya modelan begitu. Nggak fashionable blas, loveable apalagi instagramable. Dari pertama bertemu di Islamic Center Bekasi, sampai mengantarkan dia balik ke Jambi. Kok ya masih tetap keukeh ya? Ternyata dia sudah mengemban misi, ketika saya tanya kemudian hari. Akan mengubah tampilan saya pelan - pelan, dan yak akhirnya berhasil sih. Hiks, runtuh sudah idealisme. Tapi pointnya, Hai jiwa - jiwa yang separuh.. Entah bagaimana absurdnya kamu saat ini, percayalah sudah ada calon yang menanti. Entah di dunia ini atau masih dalam proses sertifikasi.

29 Night

Wahai penguasa hati.. Ampunan - Mu.. Wahai penguasa hati.. Mohon rahmat - Mu.. Kemana lari? Kemana kembali? Jika bukan pada - Mu? Jika bukan pada cahaya dari - Mu.. Wahai penguasa hati.. Ampunan - Mu.. Wahai penguasa hati.. Mohon rahmat - Mu.. Image by : Thomas Schattan

Empat Klasifikasi Manusia

Ba'da subuh, seperti kebiasaan yang semoga menjadi kebiasaan. Kami ( saya dan istri ) membaca kitab Tarjamah Riyadhus Shalihin dan telah sampai di bab ke 60. Dan kami membaca sebuah hadist yang menarik. Kenapa? Karena hadist ini menerangkan sejelas - jelasnya siapa itu kita? Manusia. Berikut saya tuliskan tarjamahnya, semoga memberi pencerahan ( terutama kepada penulis ). Empat Klasifikasi Manusia Dan aku akan menyampaikan satu perkataan kepada kamu, maka hafalkanlah! Beliau bersabda: Sesungguhnya dunia itu untuk 4 orang: 1. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa harta (dari jalan yang halal) dan ilmu (agama Islam), kemudian dia bertakwa kepada Rabbnya pada rezeki itu (harta dan ilmu), dia berbuat baik kepada kerabatnya dengan rezekinya, dan dia mengetahui hak bagi Allâh padanya. Hamba ini berada pada kedudukan yang paling utama (di sisi Allâh). 2. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa ilmu, namun Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki b