Langsung ke konten utama

Pria Panggilan

 

 
Semenjak Plandemic dimulai. Kata seperti bisnis online, digital marketing menjadi semakin populer. Dan lahirlah banyak workshop / kursus tentang topik tersebut, supply-demand.

Mulai dari individu yang saya pribadi tidak kenal, sampai start up yang digandeng Pemerintah dengan program kartu prakerja yang, apa kabarnya ya?

Gimana? Udah kaya pakar belum narasinya? Wkwkw

Semua memperebutkan kue yang sama.

Terus posisi saya dimana? Ya masih di rumah aja, lah.

Ya, sempat kepikiran ikutan juga sih, cuman kan saya orangnya malesan, apalagi disuruh buat kurikulum pembelajaran. Mending suruh orang lain, beres. Tapi soal konsisten, jangan ditanya ya.

Saya itu pemalas, tapi konsisten.

Makanya ketika Google Gapura Digital nawarin jadi fasilitator, saya tertarik. Lha wong materinya sudah dibuatkan, diriset oleh tim dari sana. Saya tinggal menyampaikan saja, enak tho?

Dapat update dari Google langsung, semacam ngecheat lah.

Terus dibayar mahal dong? Sayangnya nggak, cuman uang transportasi saja. Karena ini program sosial untuk membantu UMKM go online.

Tapi disitulah saya sukanya, nggak ribet nerapin tarif sekali panggil. Haha

Saya bisa tiap minggu jalan - jalan ke Ibukota tanpa mikirin ongkir. Naik taksi biru tanpa liatin agro, pulang ke rumah dengan nyaman dan senang.

Eh, terus berapa tarifnya sekarang nih? Mbuh!

Materinya saja belum di spoiler udah nanya harga, wkwkwwk.

Materinya tentang perjalanan ninja saya kok, sederhana banget. Makanya nggak bisa dibawakan orang lain.

Gitu aja dulu deh, yah ujung-ujungnya jualan juga elo Ndri!

Eh sapa bilang!? Saya nggak bisa sembarangan dipanggil, kalau lagi nggak males aja baru saya terima, plus pas lowong waktunya.

Saya kan sibuk, sibuk rebahan memikirkan masa depan

Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

Nazarku, Tunai!

Google Adsense Luminate Pokoknya berapa pun nanti uang pertama hasil dari belajar Internet Marketing harus disedekahkan, titik! Yaa, kata-kata itulah yang pernah saya ucapkan... dan Alhamdulillah sekarang sudah terlaksana :) Bagaimana ceritanya? Mau tahu? Tidak? Bodo Amat!.. Ah tetap akan saya tulis :D Permulaan.. Saya mengenal Internet Marketing (selanjutnya saya sebut IM) bermula dari hobi ngeblog, blog walking sana-sini, nulis apa saja di blog pribadi ini. Kebetulan dulu banyak waktu luang karena basicnya operator War-Net, otomatis banyak mengembara di Belantara Google, sekarang juga masih sih :D.. Selanjutnya.. Setelah tahu apa itu IM, untuk lebih fokus saya putuskan Sign Out jadi operator War-Net, beli Netbook + Modem dan mulai 'bertapa'.. :3 kebetulan di rumah buka Konter Pulsa dari sebelum kerja di War-Net, sebenarnya saya jadi operator itu ada tujuannya supaya tahu apa itu komputer dan tahu apa itu Internet (Maklum GAPTEK :D). Jadi soal keuangan...

Sia

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Dar der dor banget memang ngeliat kelakuan petugas rakyat Indonesia menjalankan tugasnya. Kok bisa, masih manusia kan ya? Belum selesai urusan A bisa langsung lompat ke urusan T bahkan salto ke Z, tapi ya begitulah. Kita semua sudah tahu kenapa. Ada yang meraba kita memang sudah fase keempat di fase - fase zaman yang disebutkan dalam sabda Nabi. Jadi ya sebisa mungkin dinikmati, tetap waras dan jaga api. Waras, sehingga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jaga api semangat untuk memegang kebenaran meski bisa terbakar dan mati. Terus apa hubungannya tulisan di paragraf pertama Ndri? Oh, itu tentang obrolan saya di suatu siang dengan teman ngaji, kok bisa ya kelakuan manusia bisa sebegitu jahatnya? Padahal hidup berdampingan kan bisa? Gimana mereka - Anda Tahu Siapa - kok bisa ngelakuin genosida, memakan riba, merusak bumi dan segal...

Anugerah

Betapa beruntungnya dan bahagianya aku mempunyai Ibu sepertimu, Ibu.. Dan kelak aku yakin cucumu akan tahu..

Egois

"Semua orang egois!,". Temanku "Kalau nggak egois nggak hidup,". Jawabku sekenanya.

Pengkhianat

Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menerapkan aturan-aturan Sang Utusan.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjaga diri agar tetap terjaga.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku tidak gelap mata, kalap terhadap harta .. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjalankan tugas sebaik-baiknya, dimana aku menjadi pemimpin di dalamnya.. Aku tidak mau menjadi pengkhianat.. Maka sebisa mungkin aku menjaga pergaulanku dengan wanita, membuat sekat-sekat yang semestinya ada..

Bantal Guling

kenapa harus ada bantal guling? karena kita ingin memeluk dan membutuhkan pelukan.. jadi ia harus ada sampai ada yang halal untuk dipeluk yang membutuhkan pelukan..